BCA Sekuritas

bonds

Fixed Income Daily Notes 11 Sep 2026

Company

Fixed Income

Published On

11 September 2026 - 07.44am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 11 Sep 2026

View

Latest update: 01-10-2026, 15:35

Americas

Inflasi produsen AS kembali menguat. Inflasi produsen (PPI) AS naik 0,4% MoM pada Agustus 2026, tertinggi dalam tiga bulan terakhir, didorong lonjakan harga energi terutama diesel, sehingga laju tahunan meningkat menjadi 5,4% YoY dari 4,8% sebelumnya. Kenaikan ini menambah kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dari harga energi mulai merambat ke perekonomian dan dapat memperkuat argumen bagi The Fed untuk mempertahankan sikap hawkish. Di sisi lain, penjualan rumah bekas turun 2,0% MoM ke level terendah dalam beberapa bulan terakhir seiring kenaikan suku bunga KPR terus menekan sektor perumahan.

Harga minyak tembus USD 108 per barel. Harga minyak Brent naik di atas USD 108/barel untuk pertama kalinya sejak Juli setelah eskalasi konflik AS-Iran meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global, termasuk di sekitar Selat Hormuz dan fasilitas energi Arab Saudi. Ketegangan yang terus meningkat, ditambah kuatnya permintaan minyak dari China, memperkuat kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi dalam jangka pendek.

Yield UST sentuh level tertinggi sejak 2023. Yield UST tenor 10 tahun naik mendekati 4,9%, level tertinggi sejak Oktober 2023, setelah inflasi produsen (PPI) AS menunjukkan tekanan harga yang kembali menguat akibat lonjakan biaya energi. Kenaikan harga minyak yang berlanjut di tengah konflik AS-Iran semakin memperkuat kekhawatiran inflasi dan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan mendatang. Di sisi lain, kenaikan yield turut mendorong suku bunga KPR 30 tahun AS ke 6,76%, yang berpotensi menambah tekanan terhadap aktivitas sektor perumahan.

Europe

ECB lanjutkan kenaikan suku bunga. European Central Bank (ECB) menaikkan seluruh suku bunga acuannya sebesar 25 bps pada pertemuan September, dengan suku bunga deposito menjadi 2,50% dan refinancing rate menjadi 2,65%. ECB juga menaikkan proyeksi inflasi 2027 dan 2028 serta memperbaiki outlook pertumbuhan ekonomi, mencerminkan ketahanan ekonomi Eurozone yang lebih baik dari perkiraan. Meski demikian, Presiden ECB Christine Lagarde menegaskan risiko inflasi masih cenderung ke atas akibat tingginya harga energi dan ketidakpastian geopolitik, sehingga arah kebijakan selanjutnya akan tetap bergantung pada data ekonomi yang masuk.

Yield obligasi Eropa melonjak pasca keputusan ECB. Yield Bund Jerman tenor 10 tahun naik di atas 3,45%, tertinggi sejak 2011, sementara yield Gilt Inggris menembus 5,3%, level tertinggi sejak 2007, setelah ECB menaikkan suku bunga dan merevisi naik proyeksi inflasi beberapa tahun ke depan. Lonjakan harga minyak yang telah mencapai USD 105 per barel dan kenaikan harga gas alam Eropa turut memperkuat kekhawatiran inflasi, mendorong pasar semakin memperkirakan pengetatan lanjutan oleh ECB dan BoE.

Asia

BoJ dan RBA pertahankan bias hawkish. Pejabat Bank of Japan kembali menegaskan bahwa kenaikan suku bunga akan berlanjut seiring inflasi inti yang semakin mendekati target 2%, sementara risiko dari harga minyak, depresiasi yen, dan permintaan terkait AI dinilai dapat menjaga tekanan inflasi tetap tinggi. Di Australia, ekspektasi inflasi konsumen bertahan di 4,9% dan sejumlah bank besar kini memperkirakan kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir tahun, didukung inflasi yang masih persisten dan sikap hawkish pejabat RBA.

Yield Jepang dan Australia kembali naik. Yield JGB tenor 10 tahun naik ke sekitar 2,93% setelah mengikuti kenaikan yield UST dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ pada pertemuan bulan ini. Di Australia, yield obligasi tenor 10 tahun mendekati 5,3%, tertinggi sejak 2011, seiring pasar semakin memperhitungkan kenaikan suku bunga RBA di tengah lonjakan harga minyak dan risiko inflasi yang kembali meningkat. Kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah terus menjadi faktor utama yang mendorong yield obligasi global tetap tinggi.

BCA Sekuritas | BCA Sekuritas