BCA Sekuritas
langen
Daily News

TAMBAH ARMADA DAN DUKUNG EKSPANSI, IPCM SIAPKAN CAPEX RP74 MILIAR

Published On

09 June 2026

Related Stocks

Latest update: 10-03-2026, 04:31:pm

15949946

IQPlus, (9/6) - PT Jasa Armada Indonesia Tbk. (IPCM) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp74 miliar pada 2026 untuk mendukung pengembangan armada dan memperkuat kapasitas operasional perseroan. Dana tersebut menjadi bagian dari kebutuhan investasi senilai Rp148,8 miliar yang dialokasikan secara bertahap untuk pembangunan kapal tunda baru.

Direktur Armada dan Operasi IPCM Arief Hermawan mengatakan investasi armada masih menjadi salah satu prioritas utama perusahaan seiring meningkatnya kebutuhan layanan maritim di berbagai wilayah operasional. Penambahan armada dinilai penting untuk menjaga keandalan layanan sekaligus meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menangkap peluang bisnis baru.

"Pada tahun 2026 ini, IPCM mengalokasikan capex sebesar Rp74 miliar dari kebutuhan dana sebesar Rp148,8 miliar. Ini merupakan proyek multi-year untuk pembangunan dua kapal tunda baru dengan estimasi penyelesaian selama 28 bulan," ujar Arief dalam Public Expose Live 2026, di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, pembangunan armada baru tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas layanan, tetapi juga memperkuat fleksibilitas operasional perusahaan. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sekaligus memperluas ruang ekspansi IPCM ke berbagai segmen layanan maritim.

Arief menambahkan, manajemen tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap keputusan investasi. Perseroan berupaya memastikan seluruh proyek yang dijalankan dapat memberikan nilai tambah optimal dan manfaat jangka panjang bagi perusahaan maupun pemegang saham.

Sementara itu, Direktur Utama IPCM Shanti Puruhita menjelaskan bahwa peluang pertumbuhan perusahaan juga didorong oleh pengembangan sejumlah pelabuhan strategis yang berada dalam ekosistem Pelindo Grup. Dalam lima tahun mendatang, kapasitas di New Priok Container Terminal (NPCT) 1 dan NPCT 2 ditargetkan meningkat seiring status keduanya sebagai proyek strategis nasional. Selain itu, pengembangan juga berlangsung di Pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat, serta Pelabuhan Patimban, Jawa Barat.

Menurut Shanti, Pelabuhan Patimban kini mulai memasuki fase pengembangan peti kemas setelah sebelumnya dikenal sebagai pusat pengelolaan kendaraan. Di sisi lain, IPCM juga membidik ekspansi pada segmen ship-to-ship (STS) dengan menjajaki sejumlah wilayah potensial untuk aktivitas pemindahan muatan batu bara, LNG, dan transfer lepas pantai. Strategi tersebut diharapkan dapat memperluas sumber pendapatan sekaligus memperkuat posisi IPCM di sektor jasa maritim nasional.(end)