PT TIMAH ARAHKAN PERTAMBANGAN DI BABEL GUNA PERKUAT EKONOMI DAERAH
Share via
Published On
10 September 2026
Related Stocks
Latest update: 10-09-2026, 09:20:am
25257795
IQPlus, (10/9) - PT Timah Tbk menyampaikan aktivitas pertambangan timah di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat daerah setempat.
Division Head CSR PT Timah Tbk Rahmat Taufik dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan manfaat industri pertambangan tak hanya dilihat dari kegiatan produksi, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan kegiatan ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.
Menurut dia, pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu bagian yang perlu diperkuat bersamaan dengan program pendidikan, hingga kesehatan agar keberadaan industri pertambangan memiliki keterkaitan yang semakin besar dengan kehidupan masyarakat di daerah.
"Perusahaan bukan hanya melakukan kegiatan penambangan, tetapi juga berupaya memberikan manfaat kepada masyarakat, baik melalui pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan maupun program-program keberlanjutan," katanya.
Rahmat mengatakan pemahaman mengenai keterkaitan antara industri pertambangan dan pembangunan ekonomi daerah juga perlu dibangun lewat komunikasi yang melibatkan perusahaan, media, dan akademisi.
Keterlibatan berbagai pihak diperlukan guna memberikan perspektif yang lebih utuh mengenai pertambangan, termasuk bagaimana kegiatan industri itu bersinggungan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar.
Upaya tersebut, salah satunya dilakukan melalui sosialisasi MediaMIND 2026 yang digagas Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID di PT Timah Tbk, Pangkalpinang.
Jurnalis Jurnal Indonesia Alza Munzi mengatakan wartawan di Babel memiliki kedekatan dengan aktivitas pertambangan timah, sehingga dapat menghadirkan perspektif masyarakat mengenai perkembangan industri tersebut.
"Teman-teman wartawan di Bangka Belitung memiliki banyak pengalaman dan cerita mengenai pertambangan timah yang bisa dibawa tidak hanya ke tingkat nasional, tetapi juga lebih luas lagi," ujarnya.
Menurut Alza, peliputan pertambangan mempunyai tantangan tersendiri, mulai dari akses ke narasumber hingga dinamika di lapangan.
Namun, pengalaman tersebut memberikan ruang bagi jurnalis untuk melihat secara langsung keterkaitan kegiatan pertambangan dengan kehidupan masyarakat.
Ia mengatakan salah satu perspektif yang dapat dikembangkan ialah kondisi kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak, yang berada di sekitar aktivitas pertambangan.
Menurut dia, persoalan tersebut penting diperhatikan karena kegiatan pertambangan tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam, namun juga membawa perubahan sosial yang berhubungan dengan kehidupan dan kegiatan ekonomi masyarakat.
Karena itu, pemberitaan mengenai pertambangan dinilai perlu mengangkat secara lebih luas manfaat ekonomi, program pemberdayaan, serta perubahan yang terjadi pada masyarakat di sekitar wilayah pertambangan. (end/ant)
Related Research
News Related
