PEMERINTAH TAMBAH SATU JUTA TON BERAS SPHP JAGA STABILITS SELAMA EL NINO
Share via
Category
Business Economics
Published On
07 September 2026
24951688
IQPlus, (7/9) - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan pemerintah menambah alokasi 1 juta ton beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) guna menjaga stabilitas harga komoditas itu selama musim kemarau akibat fenomena El Nino.
"Kita tambah lagi tadi 1 juta (ton beras SPHP), 1 juta ton SPHP medium. Jadi beras yang disubsidi yang dijual di pasar kira-kira harganya Rp12.500 per kilogram," kata Zulhas usai Rapat Koordinasi Terbatas Pengelolaan dan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Kemenko Pangan Jakarta, Senin.
Dalam rapat yang turut dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Tedi Bharata, Zulhas mengatakan musim kemarau tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena hampir tidak ada hujan sehingga banyak petani tidak dapat menanam padi pada periode gadu atau paceklik.
Kondisi tersebut menyebabkan pasokan beras dari petani menurun sehingga mekanisme permintaan dan penawaran mendorong kenaikan harga beras di sejumlah daerah meski masih berkisar Rp100 hingga Rp200 per kilogram.
Untuk meredam kenaikan tersebut, pemerintah memutuskan menambah pasokan beras SPHP medium agar ketersediaan beras bersubsidi di pasar meningkat dan mampu menekan pergerakan harga.
Zulhas mengatakan alokasi beras SPHP medium yang sebelumnya ditetapkan sebanyak 828 ribu ton sepanjang 2026, kini hampir habis karena tersisa sekitar 80 ribu ton setelah disalurkan ke masyarakat.
Pemerintah kemudian menyetujui tambahan sebanyak 1 juta ton beras SPHP medium yang akan disalurkan secara bertahap selama Oktober, November, dan Desember 2026.
Beras SPHP tersebut akan dipasarkan dengan harga sesuai zonasi sehingga masyarakat tetap memperoleh akses terhadap beras dengan harga yang terjangkau.
Menurut Zulhas, tambahan pasokan itu akan memperkuat upaya pemerintah bersama Kementerian Pertanian dan Perum Bulog dalam menjaga keseimbangan pasokan beras selama masa paceklik nasional.
Pemerintah optimistis penambahan 1 juta ton beras SPHP mampu menahan kenaikan harga, menjaga stabilitas pasokan, serta melindungi daya beli masyarakat hingga memasuki musim panen berikutnya.
Adapun beras SPHP dijual sesuai dengan HET, yaitu Rp12.500 per kilogram untuk zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi); Rp13.100 per kilogram untuk zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan); dan Rp13.500 per kilogram untuk zona 3 (Maluku, Papua).
Di tempat yang sama, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan pihaknya semula mengusulkan tambahan alokasi 400 ribu ton beras SPHP untuk mengantisipasi kebutuhan hingga akhir tahun.
Rizal menjelaskan stok beras SPHP di gudang Bulog kini tersisa sekitar 100 ribu ton sehingga diperlukan tambahan pasokan menghadapi September hingga Desember, termasuk momentum hari besar keagamaan.
Menurut Rizal, pemerintah akhirnya menyetujui tambahan alokasi menjadi 1 juta ton beras SPHP sebagai dukungan besar kepada Bulog untuk menjaga stabilitas harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Nah, kami ajukan lebih kurang 400 ribu ton, malah didukung oleh pemerintah 1 juta ton. Ini luar biasa support dari pemerintah kepada Bulog dan untuk rakyat perhatian luar biasa. Nah, jadi totalnya 1 juta ton ke depan," kata Rizal. (end/ant)
Related Research
News Related
