BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

MPXL PACU DIVERSIFIKASI USAHA DAN STRATEGI LOGISTIK TERINTEGRASI

Terbit Pada

07 September 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 29-07-2026, 11:00:am

24956579

IQPlus, (7/9) - PT MPX Logistics International Tbk (IDX: MPXL) menyiapkan rangkaian rencana ekspansi strategis untuk memperkuat posisinya sebagai mitra rantai pasok terintegrasi di industri nasional. Langkah ini diambil beriringan dengan keberhasilan perseroan membalikkan kinerja keuangan, dari rugi bersih Rp3,50 miliar pada Semester I 2025 menjadi laba bersih sebesar Rp4,11 miliar pada Semester I 2026.

Ke depan, penyedia jasa logistik dan transportasi ini berfokus memperluas portofolio bisnis dengan merambah perdagangan batubara serta penyediaan layanan angkutan laut menggunakan kapal tongkang. Langkah tersebut dirancang untuk membuka sumber pendapatan baru (revenue stream) yang lebih beragam sekaligus menopang bisnis utama perseroan di segmen pengangkutan dan penyediaan material.

Selain ekspansi jalur laut dan komoditas batubara, MPXL juga mengakselerasi pengembangan unit bisnis rental alat berat serta memaksimalkan kontribusi jasa ekspedisi. Segmen ekspedisi sendiri terbukti menjadi motor pendorong utama pertumbuhan perusahan dengan menyumbang pendapatan sebesar Rp50,98 miliar pada Semester I 2026, naik 54,5% secara tahunan (year-on-year). Total pendapatan perseroan pun terkerek naik 28,8% mencapai Rp73,12 miliar.

Manajemen MPXL menegaskan bahwa perseroan tidak lagi hanya berperan sebagai penyedia jasa angkutan darat. Strategi jangka panjang perseroan diarahkan untuk memperkuat posisi sebagai mitra logistik strategis, termasuk memperluas penjajakan dalam pengelolaan serta distribusi material industri di luar semen curah, seperti Fly Ash & Bottom Ash (FABA), limbah baja (steel slag), hingga Crude Palm Oil (CPO).

Optimisme ekspansi bisnis MPXL ini didukung oleh struktur permodalan yang kian sehat. Sepanjang paruh pertama 2026, perseroan mencatatkan efisiensi dengan berhasil menekan total liabilitas melalui penurunan pinjaman bank jangka pendek dan pelunasan sebagian fasilitas pinjaman. Fondasi keuangan yang solid serta EBITDA yang melonjak 102,13% menjadi Rp16,44 miliar diproyeksikan menjadi modal utama perseroan dalam mengeksekusi agenda pertumbuhan secara berkelanjutan di sektor infrastruktur, pertambangan, dan energi nasional. (end)