KINERJA MAKIN SOLID, TOWR SIAP TANGKAP PELUANG FWA DAN SPEKTRUM BARU
Share via
Published On
08 September 2026
Related Stocks
Latest update: 27-08-2026, 04:11:pm
25036617
IQPlus, (8/9) - PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melihat peluang pertumbuhan bisnis dari pengembangan Fixed Wireless Access (FWA) dan pemanfaatan spektrum baru oleh operator telekomunikasi di Indonesia. Kedua perkembangan tersebut dinilai berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur menara dan jaringan kabel optik yang menjadi bisnis utama perseroan.
TOWR menilai posisi tersebut didukung kemampuan perseroan dalam membiayai ekspansi infrastruktur, ditopang neraca keuangan yang solid, profitabilitas serta arus kas yang sehat. Perseroan juga memiliki rekam jejak dalam mengeksekusi pembangunan dan perluasan jaringan secara masif di berbagai wilayah Indonesia, serta hubungan jangka panjang dengan operator telekomunikasi.
Dalam Public Expose Live 2026, TOWR memaparkan kinerja keuangan dan operasional untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026. Hingga saat ini, perseroan memiliki sekitar 36.892 menara dan jaringan kabel optik sepanjang sekitar 182.559 kilometer, serta infrastruktur pendukung seperti VSAT dan kabel bawah laut.
Dari sisi kinerja, TOWR membukukan pendapatan operasional konsolidasi sebesar Rp7,2 triliun pada Semester I 2026, tumbuh 12,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA tercatat Rp5,58 triliun atau meningkat 4,8%, sedangkan laba bersih setelah kepentingan minoritas mencapai Rp1,86 triliun, naik 12,4% secara tahunan.
Perseroan juga mencatat pendapatan kontraktual jangka panjang lebih dari Rp100 triliun hingga 2045, atau sekitar sembilan kali pendapatan TOWR pada 2025. Arus kas perseroan ditopang kontrak sewa jangka panjang yang bersifat non-cancellable serta basis pelanggan yang tersebar di hampir seluruh Indonesia. Saat ini, layanan penyewaan menara TOWR memiliki 61.038 tenant dengan tenancy ratio 1,65 kali, sementara layanan Fiber-to-the-Home telah mencapai sekitar 1,86 juta homepass.
Dari sisi permodalan, TOWR mempertahankan rasio utang bersih terhadap EBITDA di bawah 4 kali serta biaya bunga sekitar 5,55% di tengah kenaikan suku bunga pasar sepanjang 2026. CEO SMN Group Aming Santoso mengatakan perseroan terus memaksimalkan nilai portofolio infrastruktur melalui peningkatan utilisasi aset, keunggulan operasional, dan disiplin pengelolaan modal.
"Kinerja kami pada Semester I 2026 menunjukkan kekuatan bisnis model TOWR yang didukung oleh aset yang terintegrasi dan saling bersinergi," ujar Aming. Menurutnya, penguatan pendapatan, laba bersih, dan neraca keuangan menjadi bagian dari upaya perseroan menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan industri telekomunikasi ke depan. (end)
Related Research
News Related
