KEMBANGKAN IDE BISNIS, MENDAG DORONG MAHASISWA MANFAATKAN AI
Share via
Category
Business Economics
Published On
17 September 2026
25954666
IQPlus, (17/9) - Kementerian Perdagangan berkolaborasi dengan Universitas Esa Unggul untuk menyelenggarakan bimbingan teknis bertajuk "Optimalkan Bisnis Barumu secara Online dengan Adopsi Teknologi" di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Selasa, (15/9). Bimbingan teknis ini membahas validasi ide bisnis daring dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), sekaligus mengenalkan peluang dan kompetensi yang dibutuhkan di bidang jasa survei.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal S. Shofwan, menyampaikan, Kemendag mendorong mahasiswa untuk menjadikan AI sebagai alat bantu mengembangkan bisnis. AI dapat digunakan dalam penentuan ide bisnis, identifikasi kebutuhan calon konsumen, identifikasi keterbatasan modal dan pengalaman, hingga manajemen waktu antara kuliah dan usaha.
"Teknologi dapat membantu menguji apakah sebuah ide benar-benar dibutuhkan pasar atau tidak sebelum seseorang mulai menginvestasikan waktu dan modalnya. Mahasiswa dapat memanfaatkan AI untuk memvalidasi ide, lalu mengujinya langsung ke pasar sebelum bisnisnya mulai dirintis," kata Iqbal.
Bimbingan teknis tersebut digelar secara hibrida, diikuti 275 peserta mahasiswa aktif dan alumni Universitas Esa Unggul. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Campuspreneur, sebuah program dari Kemendag untuk mengembangkan potensi kewirausahaan generasi muda.
Narasumber pertama pada bimbingan teknis ini adalah CEO UKMIndonesia.id, Gilang Ageng. Dalam paparannya, Gilang memperkenalkan sejumlah sumber informasi untuk mengidentifikasi peluang, membaca tren, mempelajari kompetitor, serta menguji kelayakan ide bisnis. Ia menyampaikan perlunya melihat bisnis dari sudut pandang kebutuhan pasar. "Validasi bukan mencari orang yang mengatakan ide kita bagus, tetapi mencari bukti bahwa orang benar-benar membutuhkannya," kata Gilang.
Narasumber kedua, yaitu Sekretaris Asosiasi Inspector Ship Indonesia (AISI) Indonesia, Muhammad Ichsan. Ia memperkenalkan profesi surveyor dan perannya dalam memastikan kebenaran objektif atas barang atau pekerjaan yang diperiksa. Di sesi paparannya, Ichsan memperkenalkan cargo quantity and quality surveying yang salah satu fungsinya adalah memastikan kuantitas dan kualitas muatan.
Salah satu peserta bimbingan teknis, Ayumi, mahasiswi sekaligus pemilik usaha Karya Langit Mandiri yang bergerak di bidang penyediaan tenda, mengapresiasi bimbingan teknis Kemendag. Ia mendapatkan perspektif baru bahwa kepercayaan dan kualitas merupakan fondasi usaha yang berkelanjutan dalam berbisnis. "Pertumbuhan bisnis tanpa sistem akan menciptakan risiko, sedangkan pertumbuhan yang dibangun dengan tata kelola akan menciptakan kepercayaan," ujar Ayumi. (end)
Related Research
News Related
