KEJAR TARGET FREE FLOAT, YUPI INDO JELLY GUM (YUPI) SIAPKAN 4 OPSI STRATEGIS
Share via
Published On
17 September 2026
Related Stocks
Latest update: 11-09-2026, 09:11:am
25959460
IQPlus, (17/9) - PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk resmi menyampaikan penjelasan tertulis kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai rencana pemenuhan ketentuan minimum jumlah saham beredar di publik (free float).
Penjelasan tersebut disampaikan manajemen melalui surat bernomor 158/YUP-FIN/IX/2026 tertanggal 17 September 2026 yang ditandatangani oleh Presiden Direktur Yohanes Teja dan Direktur Rusman Apandi.
Berdasarkan data kepemilikan saham per 31 Agustus 2026, perseroan yang melantai di Bursa sejak 25 Maret 2025 ini mencatatkan porsi saham free float sebesar 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Mengacu pada perubahan Peraturan Bursa Nomor I-A, YUPI memperoleh masa transisi untuk memenuhi ketentuan free float secara bertahap, yaitu minimal 12,5% pada 31 Maret 2027 dan paling sedikit 15% pada 31 Maret 2028.
Manajemen YUPI mengungkapkan bahwa kendala utama yang dihadapi saat ini bersifat teknis dan komersial, khususnya dalam menentukan mekanisme, waktu pelaksanaan, serta investor yang tepat.
Perseroan juga mempertimbangkan kondisi pasar, tingkat valuasi saham, serta daya serap pasar mengingat adanya beberapa perusahaan tercatat lain yang tengah melakukan pemenuhan free float secara bersamaan.
Guna mengatasi kendala tersebut, YUPI bersama pemegang saham pengendali sedang mengevaluasi empat alternatif opsi strategis untuk meningkatkan porsi saham publik.
Opsi yang dipertimbangkan meliputi divestasi sebagian saham milik pengendali, penambahan modal tanpa HMETD (private placement), rights issue, serta Program Kepemilikan Saham Karyawan (ESOP).
Kendati demikian, perseroan menegaskan belum menetapkan skema spesifik yang akan diterapkan karena masih menunggu hasil evaluasi dan menyesuaikan dengan kondisi pasar saat pelaksanaan.
Dalam upaya mendukung kelancaran proses ini, YUPI mengharapkan pendampingan teknis dari BEI, partisipasi dalam program peluasan basis investor, serta informasi perkembangan daya serap pasar secara berkala. (end)
Related Research
News Related
