KEJAR PENJUALAN Rp47 MILIAR, LANGGENG MAKMUR PERKUAT EKSPOR DAN INOVASI PRODUK
Share via
Published On
01 July 2026
Related Stocks
Latest update: 25-06-2026, 12:14:pm
18139654
IQPlus, (1/7) - Meskipun pasar industri peralatan rumah tangga dan pipa PVC menghadapi tantangan yang cukup berat akibat geo-politik dan fluktuasi kurs dolar AS, namun PT Langgeng Makmur Tbk tetap optimis mengejar pertumbuhan kinerja tahun 2026 dengan nilai Rp 447 miliar.
Direktur PT Langgeng Makmur Industri Tbk, Kosasih Koenawan, mengatakan target tersebut disusun secara realistis dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan. Meski demikian, perseroan tetap optimistis dapat menjaga pertumbuhan melalui penguatan pasar ekspor, efisiensi operasional, serta inovasi produk.
"Tahun ini, kami menargetkan penjualan Rp447 miliar tahun ini. Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan pencapaian tahun 2025. Namun kami tetap berupaya agar kinerja perusahaan dapat tumbuh," ujar Kosasih saat Paparan Publik di Sidoarjo, Selasa (30/6).
Salah satu peluang yang akan dimanfaatkan adalah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi tersebut memang meningkatkan biaya bahan baku impor, namun di sisi lain dapat memperkuat daya saing produk ekspor perseroan di pasar internasional.
Perseroan pun berencana memperluas penetrasi ekspor, khususnya ke negara-negara Asia, Timur Tengah, dan Australia yang selama ini menjadi pasar potensial bagi produk-produk Langgeng Makmur.
Sepanjang 2025, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp472 miliar atau turun 9,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp521 miliar. Pelemahan terutama terjadi pada pasar domestik yang mencatatkan penjualan Rp469 miliar, turun sekitar Rp51 miliar dibandingkan 2024.
Divisi peralatan dapur aluminium masih menjadi kontributor terbesar dengan penjualan Rp238 miliar. Sementara divisi peralatan rumah tangga plastik membukukan Rp96 miliar dan divisi pipa, fitting, serta profil mencatat penjualan Rp129 miliar.
Di tengah perlambatan pasar domestik, kinerja ekspor justru menunjukkan pertumbuhan signifikan. Penjualan luar negeri meningkat 42,44 persen dari US$144 ribu menjadi US$190 ribu sepanjang 2025, didorong meningkatnya permintaan dari sejumlah negara di kawasan Asia, Timur Tengah, dan Australia.
Selain memaparkan kinerja usaha, perseroan juga mengumumkan rencana penjualan aset berupa gudang di Tangerang senilai Rp160 miliar kepada pihak ketiga. Transaksi tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham karena nilainya melebihi 50 persen dari total ekuitas perusahaan serta telah melalui proses penilaian independen untuk memastikan kewajaran transaksi.
Henri Subiyanto, Corporate Secretary PT Langgeng Makmur Industri Tbk, menambahkan hingga kuartal I/2026 perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp69 miliar. Kontribusi terbesar berasal dari divisi peralatan dapur aluminium sebesar Rp26 miliar dan divisi peralatan rumah tangga plastik sebesar Rp20 miliar, yang secara bersama-sama menyumbang sekitar 67 persen dari total penjualan.
Kinerja pada awal tahun diakui masih tertekan akibat terganggunya pasokan bahan baku plastik dan PVC, serta lemahnya permintaan di pasar domestik. Kondisi tersebut diperberat oleh lonjakan harga bahan baku berbasis minyak bumi dan kenaikan harga aluminium di pasar global.
"Kami memilih tidak langsung menaikkan harga jual meskipun biaya produksi meningkat. Langkah ini diambil untuk menjaga daya saing produk dan mempertahankan loyalitas pelanggan," katanya.
Untuk menjaga kinerja sepanjang 2026, perseroan menyiapkan sejumlah strategi, antara lain meningkatkan komunikasi dengan pelanggan guna menangkap perubahan kebutuhan pasar, memperkuat inovasi dan diversifikasi produk, serta menjaga kualitas secara konsisten mulai dari proses produksi hingga produk diterima konsumen.
Di sektor pipa dan fitting, perusahaan akan menambah variasi produk untuk menangkap peluang dari proyek-proyek infrastruktur pemerintah maupun swasta. Sementara pada lini produk plastik, fokus diarahkan pada pengembangan produk bernilai tambah yang menyasar segmen menengah atas.
"Selain itu, perseroan juga terus menjalankan efisiensi operasional, mengoptimalkan pemanfaatan aset, serta memperluas kerja sama dengan pelanggan strategis di sektor industri sebagai upaya memperkuat daya saing dan mendorong pertumbuhan usaha di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang,"pungkasnya. (end/ahd)
Related Research
News Related
