INDONESIA BERENCANA JUAL OBLIGASI DOLAR AS PERTAMA ASIA DI 2026
Share via
Category
Business Economics
Published On
12 January 2026
01155376
IQPlus, (12/1) - Indonesia berencana menjual obligasi dolar AS, penawaran pertama oleh negara Asia tahun ini, yang memberikan dorongan lebih lanjut pada awal rekor penerbitan utang global oleh para peminjam pada tahun 2026.
Negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini mulai memasarkan obligasi dengan suku bunga tetap dengan jatuh tempo sedikit lebih dari lima, 10, dan 30 tahun, kata sumber yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena membahas informasi rahasia.
Penjualan ini dilakukan ketika pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berupaya mendanai defisit anggaran yang berisiko melebihi batas legal yang ditetapkan sebesar 3 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2026.
Indonesia telah menetapkan target defisit anggaran sebesar 2,68 persen dari PDB tahun ini, dengan total penerbitan obligasi bersih termasuk utang dalam mata uang lokal dan asing ditetapkan sebesar 799,5 triliun rupiah pada tahun 2026.
Defisit tersebut mencapai level tertinggi dalam setidaknya dua dekade pada tahun 2025.
Citigroup menaikkan perkiraan defisit anggaran tahun 2026 menjadi 3,5 persen dari PDB dari 2,7 persen, dengan alasan ekspektasi pengeluaran yang lebih cepat untuk program makan gratis dan transfer yang lebih besar ke pemerintah daerah. (end/Bloomberg)
Related Research
News Related
