EKONOM NILAI OPERASI PASAR BULOG DAPAT REDAM POTENSI INFLASI PANGAN
Share via
Category
Business Economics
Published On
02 September 2026
24444375
IQPlus, (2/9) - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Dipo Satria Ramli menilai operasi pasar Perum Bulog dapat menjadi prioritas jangka pendek pemerintah untuk meredam potensi tekanan inflasi pangan pada September 2026.
Menurut Dipo, inflasi pangan menjadi kekhawatiran utama pada kuartal III dan IV 2026, terutama seiring risiko gangguan pasokan akibat El Nino.
"Bila memang harus menggunakan fiskal, dan betul inflasi pangan yang menjadi kekhawatiran utama, yang dapat menjadi prioritas jangka pendek mestinya sih operasi pasar Bulog untuk stabilisasi beras dan pangan pokok," kata Dipo kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Ia menilai beras dan cabai menjadi dua komoditas utama yang perlu mendapat perhatian pemerintah memasuki September karena harganya sudah relatif tinggi.
"Soalnya kan pokoknya dua item yang paling utama itu kan beras sama cabe. Harga beras dan cabai sudah cukup tinggi. Harusnya pemerintah bisa lebih mengambil inisiatif prioritas," ujarnya.
Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga beras di tingkat pedagang eceran secara nasional pada Rabu tercatat berkisar Rp14.750-Rp17.700 per kilogram (kg), sedangkan cabai rawit merah mencapai Rp78.100 per kg dan cabai merah keriting Rp70.400 per kg.
Selain operasi pasar untuk stabilisasi pasokan beras dan pangan pokok, Dipo turut mengusulkan subsidi biaya transportasi distribusi antardaerah untuk menekan biaya logistik serta percepatan penyaluran bantuan sosial, seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH). (end/ant)
Related Research
News Related
