BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

KINERJA MELESAT, SIG BIDIK PENGUATAN PASAR DOMESTIK DI SEMESTER II

Terbit Pada

02 September 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 01-09-2026, 04:30:pm

24447269

IQPlus, (2/9) - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan kinerja positif pada semester I 2026. Emiten berkode saham SMGR tersebut membukukan volume penjualan 18,28 juta ton, pendapatan Rp17,65 triliun, EBITDA Rp2,15 triliun, serta laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp228 miliar.

Kinerja tersebut menunjukkan pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Volume penjualan SIG meningkat 5,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari 17,31 juta ton, sementara pendapatan tumbuh 13,1% yoy dari Rp15,61 triliun. Pertumbuhan penjualan terutama ditopang pasar domestik yang naik 9,7% yoy, dengan penjualan semen kantong meningkat 11,2% yoy.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan peningkatan penjualan merupakan hasil dari transformasi strategi penjualan di pasar mikro. Strategi tersebut dilakukan melalui penguatan retail sales, perluasan jangkauan ke toko bangunan, penguatan brand presence, serta peningkatan product knowledge di tingkat toko. SIG juga menjalankan program Akademi Jago Bangunan melalui pelatihan dan sertifikasi ahli bangunan untuk memperkuat keterlibatan dengan tenaga konstruksi.

Dari sisi biaya, beban pokok pendapatan meningkat 11,1% yoy menjadi Rp13,85 triliun seiring kenaikan volume penjualan dan biaya bahan bakar serta energi. Beban operasional, termasuk pendapatan dan beban operasional lainnya, meningkat 20,7% yoy, terutama akibat kenaikan biaya promosi dan distribusi yang mengikuti pertumbuhan volume penjualan. Meski demikian, EBITDA SIG tetap tumbuh 2,6% yoy menjadi Rp2,15 triliun.

SIG juga mencatat penurunan beban keuangan bersih sebesar 34,5% yoy akibat berkurangnya utang berbunga. Pengelolaan arus kas dan permodalan yang dilakukan perseroan turut menjaga likuiditas dan solvabilitas, dengan arus kas operasi tetap positif sehingga saldo utang dapat terus ditekan.

Perbaikan kinerja tersebut berdampak signifikan terhadap laba. Laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 471% yoy menjadi Rp228 miliar. SIG menilai pencapaian ini mencerminkan ketahanan perusahaan dalam menghadapi dinamika industri sekaligus hasil dari strategi transformasi yang dijalankan.

Memasuki semester II 2026, SIG melihat prospek penjualan tetap positif seiring perbaikan permintaan semen domestik. Pertumbuhan diperkirakan masih ditopang segmen semen kantong, sedangkan penjualan semen curah mulai menunjukkan pemulihan sejalan dengan meningkatnya aktivitas konstruksi, infrastruktur, investasi industri, dan hilirisasi.

Untuk memperkuat pasar domestik, SIG juga kembali menghadirkan merek Semen Kujang di Jawa Barat. Selain memperkuat bisnis inti semen, perseroan terus mengembangkan transformasi menuju Total Building Solution dengan menghadirkan produk turunan dan solusi konstruksi yang lebih inovatif serta berkelanjutan.

Vita mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menangkap peluang yang lebih besar dalam industri bahan bangunan Indonesia. Menurut SIG, semen saat ini baru menyumbang sekitar 11% dari total biaya material konstruksi bangunan, sehingga masih terdapat sekitar 89% potensi dari material bangunan lainnya yang dapat dikembangkan.

"SIG berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan solusi konstruksi terintegrasi agar lebih berdaya saing dan mampu mengatasi dinamika industri yang menantang, sehingga terus dapat mencatatkan profitabilitas dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Vita. (end)

BCA Sekuritas | BCA Sekuritas