DANANTARA GROUNDBREAKING PSEL GALUGA AWAL 2026
Share via
Category
Business Economics
Published On
22 December 2025
35551672
IQPlus, (22/12) - Badan pengelola investasi Danantara menargetkan pelaksanaan groundbreaking pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada awal 2026, seiring berjalannya proses pengadaan barang dan jasa proyek tersebut.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan target groundbreaking tersebut menjadi sinyal kuat adanya percepatan koordinasi lintas pihak agar pembangunan PSEL dapat berjalan tanpa hambatan sejak tahap awal.
"Keinginan dari Danantara adalah memastikan tidak ada ekses dari rencana ini. Artinya, ketika groundbreaking dilakukan nanti, sudah tidak ada lagi isu, baik administratif, teknis, maupun sosial," ujar Dedie di Kota Bogor, Senin.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Bogor bersama Pemerintah Kabupaten Bogor telah menyiapkan lahan seluas lima hektare di kawasan TPA Galuga yang telah melalui kajian awal dan akan dilanjutkan dengan kajian teknis secara detail.
Dedie menambahkan, selain kesiapan lahan dan dokumen, pemerintah daerah juga mempersiapkan langkah mitigasi dampak sosial, salah satunya melalui pendataan masyarakat yang berprofesi sebagai pemulung di sekitar TPA Galuga.
"Yang sudah ada akan didata, kemudian dicarikan solusi terbaik. Kami tidak ingin adanya proyek ini justru menimbulkan dampak sosial baru atau meningkatkan jumlah pemulung," katanya.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat meninjau TPA Galuga, Minggu (21/12), mengatakan seluruh tahapan awal pembangunan PSEL WTE Galuga saat ini sudah relatif lengkap, termasuk proses pengadaan barang dan jasa yang kini ditangani oleh Danantara.
"Info kepada kami, sudah ada sejumlah unit yang masuk dalam tahap klarifikasi untuk melaju ke proses berikutnya," ujar Hanif saat meninjau lokasi rencana pembangunan PSEL di TPA Galuga.
Hanif menegaskan percepatan pembangunan PSEL menjadi kebutuhan mendesak mengingat timbulan sampah di wilayah Bogor Raya telah mencapai sekitar 4.000 ton per hari dan sudah berada pada fase darurat.
"Targetnya groundbreaking dapat dilakukan pada awal 2026, informasinya sekitar Februari. Namun untuk bisa beroperasi penuh masih membutuhkan waktu sekitar dua tahun," katanya.
Menurut Hanif, posisi Bogor sebagai wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung dan Cisadane menjadikan keberhasilan pengelolaan sampah di kawasan ini sangat berpengaruh terhadap wilayah hilir, seperti Depok, Tangerang, hingga Jakarta.
Ia juga mengapresiasi keseriusan Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menyiapkan pembangunan PSEL sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah yang berkelanjutan. (end/ant)
Related Research
News Related
