BCA Sekuritas
langen
Daily News

BEKASI FAJAR PERKUAT INFRASTRUKTUR DIGITAL DI KAWASAN INDUSTRI BEKASI

Published On

28 August 2026

Related Stocks

Latest update: 30-07-2025, 10:40:am

23949199

IQPlus, (28/8) - PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) memperkuat infrastruktur digital di kawasan industri Bekasi, Jawa Barat, guna mendukung transformasi industri berbasis teknologi, sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di tengah meningkatnya kebutuhan ekosistem yang siap mengadopsi AI.

Direktur Utama BeFa Leo Yulianto Sutedja menyampaikan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), pusat data, komputasi awan, otomasi, dan manufaktur cerdas telah mengubah kebutuhan infrastruktur di kawasan industri.

Menurut dia, dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, investor kini tidak lagi hanya membutuhkan lahan, listrik, air, dan akses logistik, tetapi juga konektivitas digital yang andal, aman, serta mampu berkembang mengikuti kebutuhan bisnis.

"Bagi investor, yang utama adalah kepastian bahwa kebutuhan infrastruktur dapat terpenuhi sesuai kualitas dan jadwal yg diminta," ucapnya.

Sebagai respons atas perubahan tersebut, pihaknya terus meningkatkan kesiapan kawasan industrinya melalui pengembangan infrastruktur digital.

Upaya itu diwujudkan lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara SolidBlue, melalui PT Kawasan Lintas Biru Digital (KLBD), dan Xenith IG untuk meningkatkan kapabilitas jaringan digital kawasan sekaligus memperluas akses infrastruktur digital di sepanjang koridor Jakarta-Cikampek.

Penandatanganan yang berlangsung pada 27 Agustus 2026 di Bali tersebut juga menjadi bagian dari inisiatif pihaknya sebagai kawasan yang disiapkan untuk mendukung pertumbuhan AI, pusat data, komputasi awan, manufaktur digital, dan berbagai teknologi masa depan.

Dalam proyek ini, SolidBlue membangun fondasi konektivitas digital di kawasan industri, sedangkan Xenith IG memperluas jangkauan konektivitas dengan menghubungkan kawasan tersebut ke ekosistem infrastruktur digital yang lebih luas.

Kemitraan itu dirancang menghadirkan jaringan yang andal, aman, tangguh, dan skalabel untuk mendukung kebutuhan AI, komputasi awan, pusat data, Internet of Things (IoT), serta berbagai aplikasi industri lainnya.

"Melalui kolaborasi ini, BeFa memastikan kesiapan listrik, konektivitas, air, dan infrastruktur pendukung lainnya secara terintegrasi. Bagi kami, AI ready itu memberikan kepastian kepada tenant sejak hari pertama berinvestasi," ujar dia.

Sementara itu, CEO Xenith IG Noah Drake mengatakan kemitraan tersebut akan memperkuat infrastruktur digital kawasan industri melalui pembangunan jaringan serat optik yang mampu mendukung kebutuhan beban kerja AI dan hyperscaler.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) turut mengakselerasi transformasi digital industri nasional melalui pemanfaatan teknologi AI guna meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing di tengah persaingan global.

Upaya mengakselerasi transformasi digital tersebut dilakukan pemerintah melalui fasilitasi Proof of Concept (PoC) solusi industri 4.0 berbasis AI pada sektor farmasi yang menjadi salah satu sektor prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0. (end/ant)