ALAM SUTERA TARGETKAN GAET TRANSAKSI Rp300 MILIAR DI EXPO 2026
Share via
Published On
10 September 2026
Related Stocks
Latest update: 16-07-2026, 09:21:am
25226199
IQPlus, (10/9) - PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) menargetkan transaksi senilai Rp300 miliar dari gelaran Alam Sutera Group Expo 2026 yang berlangsung pada 8-13 September 2026 di Jakarta.
Target tersebut ditopang skema kredit pemilikan rumah (KPR) dengan bunga spesial mulai 2,75 persen untuk tenor tiga tahun dan 3,3 persen untuk lima tahun, serta insentif diskon hingga 20 persen dan cashback 5 persen.
Sales & Marketing Director Alam Sutera Group Lilia S. Sukotjo menyatakan target Rp300 miliar dalam sepekan sebagai hal realistis, dengan dukungan penuh dari mitra perbankan untuk mempercepat pemrosesan KPR.
Hingga Selasa (8/9), lanjut dia dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, transaksi yang sudah tercatat mencapai sekitar Rp160 miliar, menunjukkan akselerasi penjualan sejak hari pertama ekspo.
Menurut dia, dari sisi produk, hunian dengan kisaran harga Rp1 miliar hingga Rp2,5 miliar menjadi yang paling diminati, mencerminkan kuatnya permintaan segmen menengah di pasar properti Jabodetabek.
Corporate Strategic Marketing Division Head Alam Sutera Group Stephanus menuturkan bahwa mayoritas pembeli berasal dari kalangan karyawan swasta, terutama generasi milenial yang menjadikan properti sebagai instrumen investasi sekaligus hunian pertama.
Secara keseluruhan, tambahnya, expo menawarkan beragam produk properti dengan rentang harga mulai Rp500 juta hingga puluhan miliar rupiah, mencakup hunian tapak, apartemen, hingga proyek komersial.
Untuk memperkuat daya beli, menurut Stephanus perusahaan menggandeng enam bank nasional yakni BCA, Bank Mandiri, BSI, CIMB Niaga, BRI dan Bank Danamon.
Skema pembiayaan yang ditawarkan mencakup bunga tetap (fixed rate) mulai 2,75 persen untuk tiga tahun dan 3,3 persen untuk lima tahun, serta pembebasan biaya administrasi dan provisi sesuai ketentuan masing-masing bank.
Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa penjualan rumah tipe kecil dan besar menjadi pendorong utama perbaikan pasar properti pada kuartal II 2026, sementara segmen menengah masih relatif terbatas.
"Strategi kami yang membidik segmen menengah dengan harga Rp1 miliar Rp2,5 miliar melalui skema KPR bunga rendah dan insentif langsung diharapkan mampu mengakselerasi transaksi di tengah dinamika pasar tersebut," katanya. (end)
Related Research
News Related
