Login
Language
Halo BCA 1500888 tkn 9
Close
Close

Berita

12 June 2019

Berita Hari Ini

Wednesday, 12 June 2019

16:38 PM - Sumber : news.iqplus.info

RILIS SUKUK, MORATELINDO TAWARKAN KUPON BUNGA MINIMAL 9,4 PERSEN

62163739

IQPlus, (12/06) - PT Mora Telematika Indonesia bakal melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I-2019 senilai Rp1 triliun dengan tingkat kupon sekitar 9,4% - 10,5%.

Direktur Investment Banking PT Mandiri Sekuritas selaku penjamin emisi, Primonanto Budi Atmojo, target total dana yang akan dihimpun dari PUB Sukuk Ijarah Berkelanjutan I mencapai Rp3 triliun.

"Pada tahap pertama nilainya sebanyak Rp1 triliun," katanya di Jakarta, Rabu.

Dia meny, sukuk yang diterbitkan perusahaan penyedia jaringan telekomunikasi ini terbagi menjadi dua seri, yakni Seri A bertenor tiga tahun dan Seri B bertenor lima tahun.

"Kupon untuk tenor tiga tahun sekitar 9,4% - 9,9% dan tenor lima tahun yakni 10% - 10,5%," kata Primonanto.

Ia mengungkapkan, penetapan tingkat indikasi kisaran cicilan imbalan sukuk Moratelindo tersebut sudah mempertimbangkan tren kenaikan suku bunga deposito perbankan.

"Jadi, kupon yang sebesar 9,4% itu saja sudah terbilang premium untuk dapat menarik minat investor," imbuhnya.

Dia menegaskan, sukuk ijarah Moratelindo ini mendapatkan peringkat Single A Syariah (idA sy) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). "Masa penawaran dilakukan pada 12-19 Juni 2019 dan diharapkan mendapatkan pernyataan efektif dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) pada 26 Juni 2019," ujar Primonanto.

Lebih lanjut Primonanto menyatakan, pencatatan sukuk ijarah Moratelindo di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 8 Juli 2019. Selain Mandiri Sekuritas, penjamin pelaksana emisi sukuk Moratelindo juga dilakukan oleh PT Sinarmas Sekuritas.

"Nantinya, sebesar 85 persen dana dari penerbitan sukuk akan dimanfaatkan untuk kebutuhan investasi," ucapnya.

Sedangkan, sebesar 15 persen akan digunakan untuk modal kerja. "Dana sebesar 85 persen tersebut untuk meningkatkan ekspansi dengan melakukan investasi terhadap backbone, termasuk perangkat dan infrastruktur pasif dan aktif serta pembangunan inland cable, ducting maupun perangkat penunjang," pungkas Primonanto. (end/fu)

back top