Login
Language
Halo BCA 1500888 tkn 9
Close
Close

Thursday, 16 May 2019

16:24 PM - Sumber : news.iqplus.info

BI NAIKKAN SASARAN DEFISIT TRANSAKSI BERJALAN KE 2,5 - 3 PERSEN PDB

35162228

IQPlus, (16/05) - Bank Indonesia menaikkan sasaran defisit transaksi berjalan ke rentang 2,5 - 3 persen Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2019 dari sebelumnya absolut di angka 2,5 persen PDB, menyusul melemahnya potensi ekspor Indonesia karena terpengaruh perkembangan ekonomi global.

Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis, mengatakan dua penyebab utama potensi ekspor Indonesia tidak sekencang perkiraan karena meningkatnya tensi perang dagang AS dan China, serta pertumbuhan ekonomi global yang semakin melambat.

"Tidak bisa menafikan perlambatan ekonomi global, perang dagang, yang berdampak ke seluruh dunia baik dari sisi perdagangan maupun sisi finansial," ujar Perry.

Bahkan, Perry menyebutkan ekspor semakin sulit dijadikan sumber pertumbuhan ekonomi, jika melihat dinamika perkembangan ekonomi global terutama dari AS dan China yang kerap berbalas kebijakan memahalkan tarif impor.

AS dan China merupakan mitra dagang Indonesia. Jika keduanya menderita kontraksi perdagangan internasional, maka Indonesia tidak akan luput terimbas dampaknya.

China merupakan sasaran ekspor komoditas Indonesia, sedangkan AS adalah penerima ekspor manufaktur Indonesia.

"Sumber pertumbuhan ekspor sulit dijadikan andalan," tukasnya.

Perry menekankan revisi ini juga karena Bank Sentral harus realistis dalam menetapkan sasaran defisit transaksi berjalan. Namun, kata Perry, BI dan pemerintah tidak akan melonggarkan upaya untuk meningkatkan ekspor.

"Kami tidak longgarkan. Kami lihat sejumlah barang itu masih kompetitif untuk mendorong ekspor. Misalnya ekspor otomotif, CPO, kebijakan B20. Kita mendapat banyak peluang untuk ekspor," ujar dia.(end)

back top