Login
Language
Halo BCA 1500888 tkn 9
Close
Close

Berita

11 July 2018

Wednesday, 11 July 2018

16:50 PM - Sumber : news.iqplus.info

INDONESIA TAWARKAN "IDE HUB" UNTUK ATASI KETIMPANGAN

91164858

IQPlus, (11/07) - Indonesia menawarkan "Inclusive Digital Economy (IDE) Hub" sebagai salah satu solusi untuk mengatasi ketimpangan dan mengurangi tingkat kemiskinan dalam forum multilateral MIKTA Expert's Meeting di Jakarta pada 10-11 Juli. "Sebagai koordinator untuk (forum kerja sama) MIKTA pada 2018, pemerintah Indonesia tengah berupaya menginisiasi IDE Hub sebagai salah satu solusi mengatasi kesenjangan dan kemiskinan yang nyatanya tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi sudah menjadi masalah banyak negara," kata Lis Sutjiati, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informasi Bidang Project Management Office (PMO) dan Ekonomi Digital di Jakarta, Rabu (11/7).

Kesenjangan sebagai isu yang mendunia membutuhkan penanganan yang inovatif dan menyeluruh. "Belum ada solusi manjur (untuk mengatasi kesenjangan), kita berharap IDE Hub ini dapat menjadi pemecahan untuk masalah ketimpangan di tengah era digital. (IDE Hub) dapat berfungsi sebagai obat yang ampuh untuk membuka akses ekonomi ke seluruh pihak, khususnya dengan model bisnis disruptif yang saat ini tengah menjamur di Indonesia," tambahnya di sela pertemuan. Kesejangan, Lis menjelaskan, terjadi akibat sumber ekonomi terproteksi, sehingga hanya segelintir orang yang memiliki akses untuk menimbun kekayaan.

"Akses terhadap market (pasar) tertutup untuk pihak lain, bisa karena regulasi atau power (kekuasaan). Namun ternyata, adanya model bisnis disruptif (digital) dapat mengatasi problem itu. Banyak marketplace (wadah berjualan daring) terbuka untuk jutaan orang yang berada di lapisan bawah. Beberapa contohnya, Bukalapak dan Tokopedia," terang Lis. Lis yang turut menjadi pembicara dalam pertemuan multilateral itu menambahkan implementasi IDE Hub merupakan bagian dari agenda pemerataan yang diusung oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Walaupun Indonesia yang menginisiasi (IDE Hub), tetapi kami berharap nantinya semua country member (negara anggota MIKTA) dapat berkontribusi pada pengembangan dan penguatan sistem tersebut," katanya seraya menambahkan, pemerintah berharap IDE Hub dapat membantu mengembangkan model bisnis yang sudah berjalan, seraya memperkenalkannya untuk diadopsi negara lain.

Sebagai sebuah sistem kurasi yang dirancang Kementerian Komunikasi dan Informasi bersama mitranya Pricewaterhouse Cooper (PwC), IDE Hub berfungsi untuk menyaring model bisnis yang tepat diaplikasikan di Indonesia, seraya menjadi wadah bertukar informasi mengenai regulasi dan kebijakan terkait.

"Di sistem itu, kita juga dapat menentukan kebijakan apa saja yang tepat untuk model bisnis digital tertentu, sehingga akan lebih mudah nantinya jika ingin direplikasi di negara lain," tambahnya. Lis mengaku pakar dari negara anggota MIKTA mengapresiasi tawaran yang diajukan Indonesia.

"Berdasarkan sesi kemarin dan tadi malam semua sangat excited (semangat), karena mereka melihat ini bagus sekali. (IDE Hub) bukan konsep yang baru dibuat dari scratch, tetapi ini sudah ada, dan tantangannya bagaimana sistem ini dapat dibagi ke negara lain, dan dibaca dengan pendekatan yang dipahami seluruh pihak," jelas Lis. Dengan demikian, di samping memperkenalkan IDE Hub, para pakar dari berbagai negara turut diundang untuk menguji sistem yang diinisiasi oleh pemerintah Indonesia itu.. . .Sementara itu di kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Ekonomi dan Lingkungan Hidup Kementerian Luar Negeri Muhsin Syihab menjelaskan bahwa IDE Hub merupakan bagian dari agenda prioritas Indonesia selama menjadi koordinator MIKTA 2018.

"Indonesia ditunjuk sebagai koordinator MIKTA sejak Januari hingga Desember 2018. Ada dua agenda prioritas yang dikedepankan, yaitu ekonomi kreatif dan perdamaian dunia. Untuk ekonomi kreatif ada berbagai program di samping pengenalan IDE Hub, diantaranya Start-Up Fest dan Tourism Operator Network (Jaringan Operator Wisata)," kata Muhsin di Jakarta, Rabu (11/7).

Sementara itu, untuk agenda perdamaian dunia, program yang akan diselenggarakan pemerintah Indonesia untuk MIKTA terkait dengan penanggulangan terorisme, pelatihan untuk pasukan perdamaian, dan dialog lintas agama. (end)

back top