WAMENKEU SEBUT APBN SIAP TAHAN GEJOLAK GLOBAL
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
03 March 2026
06149303
IQPlus, (3/3) - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 siap menyangga efek gejolak global dengan defisit, yang tetap terjaga di bawah tiga persen.
Juda mengatakan Kementerian Keuangan secara rutin melakukan stress test terhadap berbagai skenario global, termasuk potensi kenaikan harga minyak dan pelemahan rupiah.
"Stress-test yang kami lakukan pada skenario yang cukup plausible itu menunjukkan bahwa defisit masih terjaga di bawah tiga persen, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) juga masih terjaga," kata Juda dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Wamenkeu menjelaskan setiap kenaikan satu dolar AS minyak mentah Indonesia (ICP) berpotensi menambah defisit Rp6,8 triliun.
Sementara itu, pelemahan Rp100 terhadap dolar AS berdampak Rp0,8 triliun terhadap defisit, dan kenaikan imbal hasil (yield) 0,1 persen berpotensi menambah beban Rp1,9 triliun.
Meski begitu, hasil stress test pada skenario yang dinilai cukup kredibel menunjukkan defisit tetap terjaga.
"APBN itu memang didesain dengan prinsip prudent, disiplin, dan fleksibel. Prudent dan disiplin, kami memastikan bahwa defisit di bawah tiga persen," tambahnya. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
