BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

WAMENDAG DORONG PERLUASAN AKSES PASAR MELALUI PENGUATAN KERJA SAMA EKONOMI DIGITAL

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

03 November 2026

30648126

IQPlus, (3/11) - Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri, mendorong penguatan kolaborasi negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam mengoptimalkan potensi ekonomi digital melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pemberdayaan wirausaha muda, dan perluasan akses pasar. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif.

Hal tersebut disampaikan Wamendag Roro saat menjadi pembicara pada Sesi Panel 3 bertajuk "Next-Generation Convergence: AI, Youth Enterprise, and the OIC Digital Growth Frontier dalam rangkaian B57+ Business Leaders Summit 2026 di Istanbul, Turki pada Minggu (1/11). Sesi tersebut turut menghadirkan panelis yaitu Presiden Islamic Cooperation Youth Forum (ICYF) Taha Ayhan, General Partner Hasan.VC Fund Umar Munshi, dan Ketua Pakistan Business Council Ziad Bashir. Diskusi dimoderatori Sekretaris Jenderal Maida Nazir Organization for Women Economic Empowerment Natavan Mamadova.

"Indonesia memiliki potensi besar dalam ekonomi digital dengan populasi lebih dari 281 juta jiwa, didukung oleh 62,39 juta jiwa generasi milenial dan 57,64 juta jiwa generasi Z. Tantangannya adalah bagaimana mengoptimalkan potensi generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi, mengembangkan usaha, dan menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian," ujar Wamendag Roro.

Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, termasuk pemahaman mengenai perdagangan digital, menjadi salah satu hal penting dalam mengoptimalkan potensi tersebut. Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, penguatan kualitas SDM diperlukan untuk mendorong generasi muda mengembangkan keterampilan kewirausahaan serta memanfaatkan teknologi, termasuk AI, guna menciptakan inovasi, peluang usaha, dan meningkatkan produktivitas.

Wamendag Roro menerangkan, Kementerian Perdagangan mengedepankan empat langkah integratif untuk mempersiapkan pelaku usaha lokal memasuki pasar global, yaitu melalui platform InaExport, program Campuspreneur, pelatihan praktis ekspor yang berfokus pada riset pasar internasional berbasis digital dan pemanfaatan perjanjian perdagangan, serta penggunaan dokumen perdagangan digital, termasuk Surat Keterangan Asal elektronik (e-SKA).

Salah satu inisiatif tersebut adalah InaExport, platform digital gratis yang membantu eksportir mempromosikan produk dan terhubung dengan calon pembeli internasional. Melalui platform ini, pelaku usaha dapat memperoleh informasi potensi pasar berdasarkan kode Harmonized System (HS), termasuk negara tujuan, perjanjian perdagangan, tarif, dan persyaratan akses pasar.

Didukung jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara melalui Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), InaExport diharapkan dapat dimanfaatkan lebih luas oleh pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar ekspor.

Lebih lanjut, Wamendag Roro menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara untuk saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam mengembangkan ekosistem digital yang inklusif. Pengalaman ASEAN melalui ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) dapat menjadi salah satu referensi bagi negara-negara OKI dalam memperkuat integrasi ekonomi digital kawasan.

"Pengalaman ASEAN dalam pengembangan DEFA dapat menjadi salah satu referensi bagi negara-negara OKI dalam memperkuat kerja sama ekonomi digital. Kita perlu melihat bagaimana inisiatif digital di masing-masing negara dapat saling melengkapi sehingga mampu menciptakan kemudahan berusaha, memperlancar transaksi, dan memperluas perdagangan lintas batas," jelas Wamendag Roro. (end)

BCA Sekuritas | BCA Sekuritas