WAMENDAG DORONG DIVERSIFIKASI PASAR DAN KOLABORASI GLOBAL
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
10 July 2026
19053694
IQPlus, (10/7) - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong diversifikasi pasar ekspor, kemitraan strategis, dan kolaborasi global untuk memperkuat ketahanan perdagangan di tengah meningkatnya tantangan ekonomi dunia. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional. Demikian disampaikan Wamendag Roro saat memberikan sambutan utama pada 10th Jakarta Geopolitical Forum 2026 di Jakarta, Kamis (9/7).
"Indonesia merespons dinamika global dengan memperkuat ketahanan perdagangan melalui diversifikasi pasar ekspor dan mitra investasi. Di saat yang sama, Indonesia terus memperluas kolaborasi strategis dengan berbagai mitra serta meningkatkan daya saing nasional agar mampu menghadapi tantangan global tanpa mengurangi komitmen terhadap perdagangan yang terbuka dan saling menguntungkan," ujar Wamendag Roro.
Wamendag Roro menambahkan, perekonomian global saat ini tengah mengalami transformasi yang ditandai meningkatnya persaingan strategis, penggunaan tarif dan berbagai instrumen perdagangan sebagai alat kebijakan, serta perubahan konfigurasi rantai pasok global. Kondisi tersebut menuntut setiap negara untuk mampu menjaga keseimbangan antara keterbukaan ekonomi dan ketahanan nasional.
Indonesia, lanjut Wamendag Roro, terus menerapkan strategi diversifikasi guna mengurangi ketergantungan pada pasar, teknologi, maupun rantai pasok tunggal. Di saat yang sama, Indonesia tetap berkomitmen menjadi mitra perdagangan dan investasi yang terbuka, andal, serta tepercaya.
Selain memperkuat ketahanan perdagangan, Indonesia juga terus mendorong penguatan sistem perdagangan global yang terbuka, inklusif, dan berbasis aturan. Ia menilai, reformasi berbagai lembaga ekonomi internasional perlu dilakukan agar lebih mencerminkan dinamika ekonomi global saat ini dan mampu menjawab tantangan masa depan.
Dalam kesempatan yang sama, Wamendag Roro juga menegaskan bahwa kolaborasi tetap menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan perdagangan global. Oleh karena itu, Indonesia terus mengedepankan diplomasi ekonomi yang terbuka dan inklusif melalui keterlibatan aktif dalam berbagai organisasi dan forum internasional, seperti ASEAN, Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO), Kelompok Dua Puluh (Group of Twenty/G20), Kerja sama Ekonomi Asia-Pasifik (Asia-Pacific Economic Cooperation/APEC), BRICS, hingga Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD).
Tidak hanya itu, Wamendag Roro turut mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media melalui pendekatan pentaheliks guna mendukung diplomasi ekonomi Indonesia yang lebih efektif. Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk menyelaraskan prioritas nasional, memperkuat posisi negosiasi, dan memastikan Indonesia memiliki suara yang solid dalam menghadapi berbagai dinamika global.
"Di tengah dunia yang makin terfragmentasi, koordinasi dan kolaborasi merupakan aset strategis. Melalui pendekatan pentaheliks, pemerintah berperan memberikan arah kebijakan, akademisi menghadirkan analisis berbasis bukti, pelaku usaha menyampaikan perspektif pasar sekaligus pengalaman praktis, masyarakat memastikan inklusivitas dan akuntabilitas, serta media berperan membangun pemahaman publik terhadap berbagai kebijakan ekonomi dan perdagangan," pungkasnya. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
