BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    WAHANA INTI MAKMUR (NASI) BIDIK PENJUALAN RP66 MILIAR DI 2026

    Terbit Pada

    02 June 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 20-05-2026, 12:01:pm

    15233977

    IQPlus, (2/6) - Emiten produsen beras, PT Wahana Inti Makmur Tbk (IDX:NASI), menetapkan target performa keuangan yang optimistis untuk tahun buku 2026. Dalam agenda Public Expose yang akan digelar pada Jumat (5/6/2026), Perseroan membidik angka penjualan sebesar Rp66 miliar. Bersamaan dengan target top-line tersebut, NASI juga menargetkan perolehan laba bersih sebesar Rp660 juta, atau setara dengan porsi sekitar 1 persen dari total target penjualan sepanjang tahun ini.

    Langkah ini diambil setelah Perseroan melewati tahun buku 2025 dengan mencatatkan realisasi penjualan sebesar Rp55,62 miliar dan posisi rugi bersih senilai Rp2,747 miliar. Memasuki kuartal pertama tahun 2026 (Q1-2026), NASI mulai mencatatkan pemulihan secara bertahap dengan membukukan penjualan sebesar Rp8,85 miliar.

    Untuk merealisasikan target pertumbuhan di tahun 2026, Manajemen NASI telah menyusun sejumlah strategi taktis dan operasional. Perseroan akan memperkuat kinerja penjualan pada segmen beras umum, baik kelas premium maupun medium. Langkah ini disinergikan dengan berbagai program pemerintah dalam upaya memperbaiki tata kelola perberasan nasional.

    "Perseroan akan terus melakukan inovasi produk, penguatan pemasaran, dan pengembangan jaringan distribusi guna meningkatkan pangsa pasar pada segmen beras khusus dan beras sehat," tulis manajemen dalam pernyataan resminya di Jakarta.

    Tidak hanya itu, NASI juga mulai menjajaki ekspansi bisnis dengan melirik potensi komoditas pangan baru di luar sektor beras. Dari sisi perluasan pasar, emiten yang dikenal dengan produk Beras Dua Tani ini berkomitmen melakukan ekspansi yang lebih masif ke segmen pasar tradisional (General Trade) serta sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka). Penetrasi pada segmen pasar modern (Modern Trade) pun akan terus ditingkatkan guna memperluas basis pelanggan.

    Kendati memasang target positif, manajemen tidak menampik adanya sejumlah tantangan yang masih membayangi sektor industri pangan. Beberapa kendala utama yang dihadapi antara lain fluktuasi harga bahan baku beras yang cenderung tinggi, kenaikan biaya operasional khususnya pengiriman (transportasi), hingga tantangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

    Menyiasati hal tersebut, NASI akan memperketat pengendalian siklus pembelian dan persediaan guna menjaga stabilitas likuiditas operasional. Manajemen juga menerapkan efisiensi rute dan jadwal pengiriman, memperluas kemitraan dengan pemasok lokal, serta menggelar pelatihan karyawan secara berkelanjutan demi mendongkraf efisiensi produksi. (end)