VICTORIA CARE INDONESIA (VICI) JAJAKI AKUISISI SEJUMLAH BRAND BARU
Share via
Terbit Pada
18 September 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 18-09-2026, 09:21:am
26033785
IQPlus, (18/9) - PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) secara resmi membeberkan arah strategi bisnis dan rencana ekspansinya dalam acara Paparan Publik Insidental (Public Expose) pada Jumat (18/9/2026).
Emiten manufaktur kosmetik dan perawatan tubuh ini mengonfirmasi tengah menjajaki aksi korporasi berupa akuisisi beberapa merek (brand) baru guna menggenjot pertumbuhan kinerja perusahaan secara berkelanjutan.
Langkah ekspansi anorganik tersebut dipilih perseroan lantaran dinilai jauh lebih efektif dalam mempercepat penyerapan pasar (time-to-market) jika dibandingkan dengan membangun merek baru dari awal. Rencana akuisisi ini juga ditujukan untuk memperluas jangkauan target pasar, meningkatkan margin profitabilitas, serta menguatkan struktur likuiditas perusahaan.
Manajemen VICI mengungkapkan bahwa skema pertumbuhan anorganik ini bakal menciptakan sinergi yang kuat pada berbagai rantai operasional bisnis. Sinergi tersebut mencakup penghematan biaya pada pengadaan bahan baku, optimalisasi rantai pasok, integrasi jaringan distribusi, hingga peningkatan kapasitas manufaktur di pabrik perseroan.
Selain aksi korporasi, VICI terus memperkuat keberadaan produknya di pasar domestik melalui optimalisasi kanal modern trade. Strategi ini dijalankan dengan menambah jumlah unit stok (SKU) per outlet, meningkatkan kualitas aktivasi di dalam toko (in-store activation), serta memastikan manajemen ketersediaan produk terjaga dengan baik di pasaran.
Dalam pilar inovasi, perseroan berkomitmen merilis varian dan produk baru setiap tahun yang adaptif terhadap tren preferensi konsumen. Pengembangan produk difokuskan pada formula berbahan alami (natural), clean beauty, hingga penguatan kategori kosmetik dan perawatan tubuh bersertifikat halal.
Penetrasi pada kanal digital juga menunjukkan tren yang kian dominan dalam menopang pendapatan perseroan. Hingga Juni 2026, penjualan secara online melalui berbagai platform e-commerce dan marketplace tercatat menyumbangkan kontribusi signifikan sebesar 26,4% terhadap total penjualan VICI.
Di sisi efisiensi, perseroan menjaga stabilitas operasional melalui optimalisasi sumber daya dan pengendalian biaya secara ketat. VICI secara konsisten menargetkan pertumbuhan biaya operasional berada di level yang lebih rendah dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan pendapatan.
Adapun pelaksanaan paparan publik ini digelar atas permintaan Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusul penghentian sementara (cooling down) saham VICI pada 14 September 2026 akibat kenaikan harga kumulatif yang signifikan. Sepanjang semester I 2026, VICI mencatatkan kinerja positif dengan pendapatan tumbuh 10,14% mencapai Rp745,30 miliar dan total aset naik menjadi Rp1,35 triliun. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
