VALE SEBUT KONSTRUKSI MEKANIS SMELTER NIKEL HPAL POMALA TUNTAS
Share via
Terbit Pada
13 August 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 12-06-2026, 04:03:pm
22456716
IQPlus, (13/8) - Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia Tbk Budiawansyah menyampaikan konstruksi fisik dan mekanis smelter nikel high pressure acid leach (HPAL) di Blok Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, tuntas dan memasuki tahap uji coba pengoperasian.
"Sudah (tuntas) konstruksi. Satu line sudah mechanical completion. Konteks mechanical completion sudah selesai, sudah 100 persen," ujar Budi ketika di Jakarta, Kamis.
Budi menyampaikan saat ini smelter nikel HPAL di Blok Pomalaa tinggal memasuki tahap uji coba pengoperasian.
Uji coba pengoperasian, kata Budi, hanya memungkinkan bila konstruksi fisiknya telah selesai.
Ia pun mengatakan bahwa uji coba pengoperasian atau tes commissioning tidak akan berlangsung lama.
Oleh karena itu, lanjut Budi, ia menyampaikan smelter nikel HPAL di Blok Pomalaa sudah siap untuk beroperasi.
"Nggak lama (uji cobanya). Yang penting kan fisiknya tuh siap beroperasi. Tinggal nunggu hari baik," ujar Budi.
Sebelumnya, PT Vale Indonesia Tbk membidik smelter nikel berbasis HPAL di Pomalaa beroperasi pada kuartal ketiga 2026, lebih cepat dari target, yakni kuartal keempat 2026.
Smelter nikel HPAL di Pomalaa dibidik akan menghasilkan 120 ribu ton nikel dalam bentuk MHP atau mixed hydroxide precipitate.
MHP berbentuk bubuk berwarna hijau-abu-abu, mengandung campuran nikel dan kobalt hidroksida, serta menjadi bahan baku utama pembuatan baterai kendaraan listrik (EV).
Aktivitas pertambangan di Blok Pomalaa menghasilkan bijih nikel sebesar 7 juta wet metric ton (wmt) saprolite dan 21 juta wmt limonite per tahun. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
