BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

VALE PACU HILIRISASI LEWAT PERTUMBUHAN MULTIWILAYAH

Terbit Pada

15 September 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 11-09-2026, 12:00:am

25725222

IQPlus, (15/9) - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memperkuat strategi pertumbuhan melalui pengembangan operasi pertambangan dan fasilitas pengolahan di sejumlah wilayah, sebagai bagian dari upaya mendorong hilirisasi mineral sekaligus meningkatkan daya saing industri nikel nasional.

Head of Strategy and Business Development PT Vale Indonesia Tbk Mateus Sigit Harisulistya menyampaikan perusahaan saat ini sedang mengarah ke tiga wilayah operasi melalui pengembangan Integrated Growth Project (IGP) Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah, IGP Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, serta IGP Sorowako, Sulawesi Selatan.

"Jadi dari satu operasi yang sekarang kami jalankan, kita sekarang mengarah ke tiga operasi. Jadi kita bilang bahwa kita menuju platform pertumbuhan multiwilayah, dalam hal ini karena nantinya kami akan punya tiga operasi yang akan berjalan," ujar Mateus di Jakarta, Senin.

Disampaikan dia pula, pengembangan ketiga proyek tersebut diarahkan untuk memperkuat pengolahan bijih nikel melalui teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL).

Menurutnya, hal ini menjadi bagian dari strategi perusahaan membangun rantai nilai nikel yang lebih terintegrasi, mulai dari penambangan, pengolahan hingga menghasilkan produk antara yang dapat mendukung industri hilir, termasuk material baterai.

Dalam skema tersebut, PT Vale tetap menjalankan investasi pertambangan, sementara fasilitas pengolahan dikembangkan melalui kerja sama dengan mitra.

Untuk proyek di Morowali, nilai investasi mencapai sekitar 1,9 miliar dolar AS yang mencakup investasi pertambangan dan fasilitas HPAL, proyek Pomalaa memiliki nilai investasi sekitar 3,2 miliar dolar AS, sementara IGP di Sorowako memiliki nilai investasi 2,1 miliar dolar AS.

Dari sisi perkembangan proyek, Mateus menyebut proyek Kolaka ditargetkan beroperasi penuh di awal tahun depan, proyek di Morowali ditargetkan bisa full mechanical operation pada kuartal I 2027, sementara proyek di Sorowako bisa beroperasi di 2028.

Sebelumnya, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menilai prospek usaha pertambangan nikel masih solid dalam beberapa tahun ke depan seiring dengan perkembangan teknologi terkini seperti kecerdasan buatan (AI), hingga kendaraan terbang listrik lepas landas vertikal (eVTOL).

"Tapi saya melihat ke depan, nikel ini masih sangat promising,"kata Presiden Direktur dan CEO PT Vale Bernardus Irmanto dalam paparan publik secara daring di Jakarta, Kamis (10/9).

"Kita tidak hanya melihat pemakaian nikel sebagai baterai mobil listrik, tapi kita melihat juga tren-tren ke depan tentang robotics, tentang AI, tentang data center, tentang eVTOL, misalnya, yang akan membutuhkan banyak sekali volume nikel," imbuhnya.

Menurut Bernardus, peluang ini masih menjanjikan terlepas dari adanya sejumlah tantangan, utamanya dari situasi geopolitik dunia yang akan berdampak pada harga-harga komoditas pendukung operasional.

"Kita masih melihat prospek nikel ke depan bagus, solid, walaupun dalam jangka pendek mungkin ada turbulence dari sisi balance supply-demand, kemudian juga kondisi geopolitik yang mempengaruhi harga-harga komoditas yang memang digunakan untuk produksi nikel," jelas dia. (end/ant)