UNTR KUCURKAN RP8,16 MILIAR UNTUK EKSPLORASI TAMBANG ASMIN BARA BRONANG
Share via
Terbit Pada
13 July 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 01-07-2026, 04:34:pm
19330646
IQPlus, (13/7) - PT United Tractors Tbk (UNTR) menyampaikan laporan bulanan mengenai aktivitas eksplorasi untuk periode April 2026. Keterbukaan informasi ini dirilis secara elektronik pada Jumat (10/7/2026) sore. Langkah ini diambil oleh manajemen perseroan guna memenuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku di Bursa Efek Indonesia.
Dalam laporan resmi tersebut, emiten berkode saham UNTR ini menjabarkan seluruh realisasi anggaran dari salah satu anak usahanya, PT Asmin Bara Bronang (ABB). Total biaya yang dihabiskan untuk mendukung kegiatan eksplorasi sepanjang kuartal kedua ini mencapai Rp8.161.534.105.
Seluruh pendanaan dialokasikan untuk menunjang operasional pengujian wilayah tambang.Secara rinci, manajemen membagi pengeluaran anggaran tersebut ke dalam tiga periode bulanan.
Pada bulan April 2026, biaya eksplorasi yang dikeluarkan tercatat sebesar US$168.241 atau setara dengan Rp2.914.607.084. Memasuki bulan Mei 2026, nilai yang dikeluarkan tetap sebesar US$168.241, namun secara rupiah mengalami penyesuaian menjadi Rp2.992.839.149.
Sementara itu, untuk periode penutupan kuartal pada bulan Juni 2026, alokasi anggaran terpantau mengalami sedikit penurunan. Perusahaan mencatatkan biaya eksplorasi sebesar US$126.237 pada bulan Juni, atau setara dengan nilai Rp2.254.087.872.
Fluktuasi pengeluaran bulanan ini disesuaikan dengan kebutuhan teknis di lapangan. Seluruh rangkaian aktivitas pencarian dan pengujian cadangan baru ini difokuskan di wilayah Pulau Kalimantan. Lokasi spesifik pengerjaan berada di Desa Baronang, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Wilayah ini merupakan area operasional strategis bagi pengembangan bisnis batubara perseroan ke depan.Sebagai informasi, PT Asmin Bara Bronang merupakan perusahaan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKPKB).
Struktur kepemilikan saham di dalam PT ABB saat ini dikuasai mayoritas oleh PT Tuah Turangga Agung sebesar 75,4 persen. Sedangkan sisa saham lainnya dimiliki oleh PT Andalan Teguh Berjaya sebesar 15,4 persen dan PT Mandira Sanni Pratama sebesar 9,2 persen.
Corporate Secretary United Tractors Tbk, Ari Setiyawan, memastikan bahwa berkas laporan tersebut telah dikirimkan secara sah tanpa membutuhkan tanda tangan basah karena diproses otomatis oleh sistem. Pihak manajemen United Tractors juga menegaskan bahwa perseroan bertanggung jawab penuh atas seluruh validitas informasi dan data yang disajikan kepada publik. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
