BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

TRANSFORMASI DIGITAL PERBANKAN: BBYB NILAI AI BUKA ERA LAYANAN PREDIKTIF DAN PERSONAL

Terbit Pada

30 September 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 18-09-2026, 12:01:am

27238665

IQPlus, (30/9) - Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) terus membawa perubahan signifikan pada lanskap industri keuangan nasional. Setelah era transformasi digital mempermudah akses nasabah melalui kanal digital, kehadiran AI kini membuka peluang baru bagi sektor perbankan untuk menghadirkan layanan yang lebih relevan, responsif, hingga bersifat prediktif.

PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC atau BBYB) menilai pesatnya pemanfaatan kecerdasan buatan merupakan dinamika teknologi yang harus terus dicermati oleh pelaku industri perbankan. Pemahaman terhadap perkembangan AI dianggap krusial agar setiap inovasi yang dikembangkan tetap sejalan dengan kebutuhan nasabah dan regulasi yang berlaku.

Direktur Operasional & Teknologi Informasi PT Bank Neo Commerce Tbk, Adrian Soewardjo, menyampaikan bahwa perkembangan AI terjadi sangat cepat dan berpotensi memberikan efisiensi serta nilai tambah bagi industri maupun masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa implementasinya harus dilakukan dengan cermat dan terukur.

"Bagi kami, penting untuk terus mengikuti dan memahami perkembangan tersebut, termasuk melihat bagaimana teknologi ini dapat memberikan manfaat bagi industri perbankan dan masyarakat. Namun, penerapannya tentu perlu mempertimbangkan kesiapan teknologi, keamanan, tata kelola, serta kebutuhan nasabah," ujar Adrian dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Bukan Sekadar Chatbot dan Generative AI Lebih lanjut, BNC menyoroti bahwa pemanfaatan AI di sektor perbankan tidak hanya terbatas pada penggunaan generative AI atau layanan chatbot. Berbagai spektrum teknologi AI seperti agentic AI memiliki peran yang lebih luas, mulai dari analisis data, pengenalan pola, deteksi kecurangan (fraud detection), manajemen risiko, evaluasi kredit (credit assessment), hingga pemenuhan kepatuhan (compliance).

Meskipun teknologi memungkinkan otomatisasi proses yang kompleks, BNC menekankan bahwa aspek kepercayaan (trust) dan tata kelola tetap menjadi fondasi utama dalam perbankan. Kualitas data, infrastruktur cybersecurity, hingga panduan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kerangka Tata Kelola Kecerdasan Artifisial Perbankan Indonesia yang dirilis pada 2025 menjadi acuan penting bagi perbankan nasional.

Di samping itu, peran manusia dinilai tidak akan tergantikan oleh AI. Keahlian manusia seperti judgement, empati, pengawasan (human oversight), dan pemahaman mendalam terhadap konteks nasabah tetap menjadi faktor kunci dalam mengambil keputusan strategis.

"Kami percaya bahwa teknologi seharusnya menjadi sarana untuk memberikan manfaat yang nyata. Ketika suatu teknologi benar-benar relevan, memberikan manfaat, dan telah didukung kesiapan yang memadai, tentu akan ada ruang untuk mempertimbangkan pemanfaatannya secara bertahap dan bertanggung jawab," tutup Adrian. (end)