TRANSFORMASI BISNIS JADI MOTOR PERTUMBUHAN SIG DI TENGAH TANTANGAN INDUSTRI
Share via
Terbit Pada
08 September 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 01-09-2026, 04:30:pm
25055701
IQPlus, (8/9) - Transformasi bisnis menjadi salah satu motor pertumbuhan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) pada semester I 2026. Strategi tersebut membantu perseroan mencatatkan pertumbuhan volume penjualan, pendapatan, hingga laba di tengah tantangan industri semen domestik.
Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan transformasi yang dijalankan secara disiplin dan konsisten membuat perseroan semakin resilien menghadapi perubahan kondisi pasar.
Hal tersebut disampaikan dalam Paparan Publik Live 2026 yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/9/2026).
SIG menjalankan empat pilar transformasi, yaitu transformasi model bisnis semen, keunggulan biaya dan efisiensi, pengembangan bisnis produk turunan dan solusi bangunan, serta penguatan sumber daya dan tata kelola.
"Transformasi tidak hanya membuat perusahaan mampu mencapai pertumbuhan kinerja, tetapi juga memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang," ujar Indrieffouny.
Implementasi strategi tersebut tercermin dari kinerja semester I 2026. SIG mencatat volume penjualan 18,28 juta ton, naik 5,6% yoy. Dari jumlah tersebut, penjualan domestik mencapai 14,18 juta ton atau tumbuh 9,7% yoy.
Pendapatan perseroan meningkat 13,1% yoy menjadi Rp17,65 triliun, sedangkan EBITDA tumbuh 2,6% menjadi Rp2,15 triliun.
Kinerja laba juga mengalami peningkatan signifikan. Laba bersih SIG naik 445,9% yoy menjadi Rp207 miliar, sementara laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 471% yoy menjadi Rp228 miliar.
Di sisi bisnis, SIG tidak hanya mengandalkan penjualan semen. Perseroan mengembangkan produk turunan dan solusi bangunan untuk memperluas sumber pendapatan.
Portofolio tersebut antara lain beton berpori ThruCrete, beton cepat kering SpeedCrete, beton dekoratif DekoCrete, paving block berpori, serta Bata Interlock Presisi.
SIG juga memperkuat pemanfaatan digitalisasi dan artificial intelligence (AI) dalam pengelolaan rantai pasok. Teknologi tersebut digunakan untuk mendukung kelancaran distribusi dan menjaga ketersediaan produk di berbagai wilayah.
Transformasi juga diarahkan pada aspek keberlanjutan. SIG meningkatkan penggunaan bahan bakar dan bahan baku alternatif, mengoptimalkan penggunaan klinker, serta melakukan efisiensi energi dan proses produksi.
Perseroan menyebut produk semen dan turunannya memiliki emisi karbon hingga 38% lebih rendah dibandingkan semen konvensional. SIG juga telah memiliki target emisi berbasis sains yang disahkan Science Based Targets initiative (SBTi).
Melalui transformasi bisnis, diversifikasi produk, digitalisasi, dan dekarbonisasi, SIG berupaya membangun fondasi pertumbuhan yang lebih berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing di industri bahan bangunan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
