BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    TRANSFORMASI BISNIS, FITT INCAR SEKTOR JASA PERTAMBANGAN?

    Terbit Pada

    14 April 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 13-04-2026, 11:50:am

    10331892

    IQPlus, (14/4) - PT Fitra Hotel International Tbk (FITT) atau Perseroan mengumumkan rencana transformasi besar-besaran terhadap arah bisnis perusahaan. Di bawah kendali pemegang saham pengendali yang baru, Perseroan bersiap melakukan restrukturisasi untuk bertransformasi menjadi perusahaan holding dalam jangka waktu tiga hingga lima tahun ke depan.

    Dalam agenda Public Expose Insidentil, manajemen menyatakan akan melakukan penataan kembali kegiatan usaha secara bertahap. Perseroan berencana tidak melanjutkan kegiatan usaha sebelumnya yang dinilai manajemen belum menunjukkan kinerja optimal dan memiliki skala usaha yang terbatas.

    "Perseroan merencanakan pengembangan usaha pada sektor sumber daya pertambangan, jasa pertambangan, dan perdagangan produk tambang," tulis manajemen dalam paparan resminya.

    Pengembangan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan serta memperkuat keberlanjutan usaha (going concern) Perseroan di masa mendatang.

    Proyek Wisata Religi Kertajati Umrah Park

    Meski mengincar sektor tambang, Perseroan melalui anak usahanya, PT Fitra Amanah Wisata, saat ini tengah memulai pembangunan Kertajati Umroh Park. Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 4 hektar ini merupakan hasil kerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka dengan jangka waktu perjanjian selama 30 tahun.

    Dana pembangunan proyek ini bersumber dari hasil Penawaran Umum Terbatas I sebesar Rp57,81 miliar. Kawasan wisata religi tersebut nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas replika ibadah haji, mulai dari Replika Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Ka'bah, hingga area lempar jumrah. Proses groundbreaking sendiri telah dilaksanakan pada 18 April 2025 dengan dihadiri oleh PJ Bupati Majalengka.

    Tanggapan Terhadap Dinamika Pasar

    Terkait pergerakan harga saham Perseroan yang sempat mengalami penghentian sementara (suspensi) untuk cooling down pada 31 Maret 2026, manajemen menegaskan bahwa hal tersebut murni merupakan dinamika pasar.Manajemen memastikan bahwa sejauh ini tidak ada informasi atau fakta material tambahan yang belum diungkapkan kepada publik. (end)