BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

TRANSFORMASI BISNIS DONGKRAK PENDAPATAN GDPS HINGGA 24 PERSEN

Terbit Pada

08 October 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 16-09-2026, 10:01:am

28056932

IQPlus, (8/10) - PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS), bagian dari Garuda Indonesia Group, mengungkapkan transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan tersebut mampu mendongkrak pendapatan hingga 24,6 persen pada 2025 dibandingkan 2024.

Direktur Utama GDPS Cornelis Radjawane mengatakan transformasi menjadi langkah perusahaan yang bergerak pada sektor "business process outsourcing" (BPO) atau penyedia jasa eksternal untuk terus memberikan solusi yang relevan bagi pelanggan.

"Transformasi GDPS bukan hanya tentang bagaimana kita bertumbuh secara bisnis, tetapi bagaimana kita terus meningkatkan kemampuan untuk memberikan solusi yang relevan bagi pelanggan," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dari yang sebelumnya berfokus pada penyediaan tenaga kerja, katanya lagi, perusahaan terus bergerak menuju layanan berbasis solusi dengan mengintegrasikan manusia, proses, data, dan teknologi.

Saat bedah buku "Beyond the Horizon: Seven Years of GDPS Transformation" di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Cornelis menyebutkan secara total perusahaan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sekitar 85 persen sejak 2021 hingga 2025.

Dalam rentang lima tahun, ujarnya pula, pendapatan hampir berlipat dua, capaian ini tidak lahir dari ekspansi agresif semata melainkan dari reposisi model bisnis secara fundamental, dari perusahaan penyedia tenaga kerja menuju penyedia layanan BPO berbasis proses, sistem dan tata kelola.

Dia menambahkan melalui transformasi bisnis tersebut sumber pendapatan yang semula mayoritas ditopang oleh sektor aviasi, namun kemudian kontribusi sektor non aviasi meningkat pesat seperti energi, otomotif, teknologi digital, FMCG hingga klien multinasional.

Jika pada 2021 kontribusi non aviasi masih di bawah 20 persen, maka pada 2025 mendekati 40 persen dengan proyeksi konservatif melampaui 50 persen pada 2030 atau pendapatan GDPS berpotensi mendekati Rp800 miliar dengan non aviasi sebagai penyumbang utama.

Terkait pengelolaan tenaga alih daya (TAD), Cornelis menyatakan pada 2022 GDPS mengelola 3.275 TAD, kemudian meningkat signifikan hingga pertengahan 2025 menjadi 6.927 tenaga kerja yang tersebar di 93 kota di Indonesia dengan konsentrasi terbesar di wilayah Jabodetabek

Direktur SDM & Operasi GDPS Vicky Firmansyah menambahkan penguatan kompetensi manusia harus berjalan seiring dengan pengembangan teknologi.

"Teknologi pada akhirnya adalah enabler. Yang menjadi penggeraknya tetap manusia. Karena itu, transformasi GDPS kami bangun secara bersamaan melalui penguatan kompetensi, pengembangan talenta, sistem kinerja, dan budaya kerja," katanya pula. (end/ant)