BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    TRANSFORMASI BESAR GPSO, BIDIK PENDAPATAN RP92,47 MILIAR DAN BALIK LABA DI 2026

    Terbit Pada

    05 May 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 29-04-2026, 09:21:am

    12433230

    IQPlus, (5/5) - Pada tahun 2026, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) dengan wajah baru setelah di akuisisi oleh PT PIMSF Pulogadung yang merupakan bagian dari Tjokro Group menargetkan capaian yang ambisius. Dalam laporan tahunan dan bagian target tahun 2026, Emiten yang tengah menjalani diversifikasi bisnis, rencana ekspansi dan aksi korporasi ini memasang target tinggi demi keberlanjutan usahanya dan didorong berbagai katalis positif lainnya.

    PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) akan melanjutkan upaya peningkatan kinerja dengan menargetkan penjualan sebesar Rp92,47 miliar, atau meningkat sekitar 1.584% dibandingkan dengan realisasi tahun 2025 sebesar Rp5,49 miliar. Dengan lonjakan target pendapatan itu, perseroan menargetkan laba tahun berjalan pada tahun 2026 sebesar Rp10,36 miliar, berbalik dari posisi rugi sebesar Rp3,18 miliar pada tahun 2025. Target ini mencerminkan upaya Perseroan dalam memperkuat kinerja operasional, meningkatkan efisiensi, serta mengoptimalkan kontribusi dari lini usaha utama.

    Seperti diketahui, pada tanggal 16 Oktober 2025, PT PIMSF Pulogadung telah menyelesaikan pengambilalihan atas 303.033.800 lembar saham atau setara dengan 45,45% kepemilikan saham Perusahaan. PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) tengah bersiap melakukan transformasi bisnis besar-besaran di bawah kendali pengendali baru, PT PIMSF Pulogadung (bagian dari Tjokro Group). Melalui keterbukaan informasi yang dirilis pada laman BEI, Jumat 24 April 2026, emiten ini berencana beralih haluan menjadi pemain utama di industri komponen mekanikal dan permesinan (machining) terpadu.

    GPSO berencana mengubah kegiatan usaha utamanya dari perdagangan besar mesin dan jasa survei menjadi industri komponen sepeda motor, real estate, dan perdagangan besar mesin industri. Langkah ini merupakan bagian dari visi Tjokro Group untuk menciptakan ekosistem solusi mekanikal satu atap (one stop solution for mechanical) yang menguasai rantai pasok dari hulu hingga hilir.

    Untuk mendukung operasional baru, pada tahap awal, Perseroan akan mengakuisisi aset tetap dari PT Jakarta Indah Casting (JIC) berupa tanah seluas 15.400 M2 di Bekasi, bangunan pabrik, serta mesin produksi besi tuang cetak (ferro casting).

    Dalam laporan tahunan itu, Manajemen GPSO meyakini, Prospek usaha PT Geoprima Solusi Tbk pada tahun 2026 dan tahun-tahun mendatang tetap menunjukkan arah yang positif, didukung oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang stabil serta pemulihan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Secara global, aktivitas investasi infrastruktur dan transisi energi masih menjadi pendorong utama pertumbuhan, yang turut meningkatkan kebutuhan akan layanan survei, pemetaan, dan geospasial. Sementara itu, di tingkat domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap solid, didorong oleh konsumsi domestik, investasi, serta percepatan pembangunan infrastruktur di berbagai sektor.

    Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Indonesia terus mendorong pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mencakup pembangunan jalan tol, bendungan, kawasan industri, hingga proyek energi dan pertambangan. Implementasi proyek-proyek tersebut membutuhkan dukungan data geospasial yang akurat serta penggunaan alat-alat survei modern seperti Global Navigation Satellite System (GNSS), LiDAR, drone pemetaan, dan peralatan geoteknik lainnya. Kondisi ini membuka peluang yang luas bagi Perseroan untuk meningkatkan permintaan atas produk dan layanan yang ditawarkan.

    Selain itu, meningkatnya kebutuhan akan efisiensi, presisi, dan digitalisasi dalam sektor konstruksi, pertambangan, serta tata ruang juga menjadi katalis positif bagi industri jasa survei. Dengan pengalaman, portofolio proyek, serta kemampuan teknis yang dimiliki, Perseroan berada pada posisi yang strategis untuk menangkap peluang tersebut.

    Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat kapabilitas teknologi, memperluas jaringan bisnis, serta meningkatkan kualitas layanan guna mendukung pembangunan nasional dan menciptakan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. (end)