TRANSAKSI DIGITAL BANK ARTHA GRAHA (INPC) TUMBUH SIGNIFIKAN
Share via
Terbit Pada
12 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 14-04-2026, 09:41:am
16234247
IQPlus, (12/6) - PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (AGI atau IDX:INPC) terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat transformasi perbankan digital. Langkah strategis ini terbukti memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan kinerja operasional dan volume transaksi berbasis digital perseroan sepanjang periode hingga akhir tahun 2025.
Berdasarkan laporan paparan publik (public expose) yang dirilis perusahaan, salah satu pencapaian paling menonjol berasal dari pos pendapatan berbasis komisi digital (fee-based income digital) yang sukses mencatatkan pertumbuhan signifikan hingga 6,2 kali lipat dibandingkan periode tahun 2022. Melesatnya pendapatan ini didorong oleh semakin tingginya adopsi ekosistem transaksi elektronik oleh para nasabah. Pertumbuhan tertinggi dicatatkan oleh frekuensi transaksi melalui QRIS yang melonjak tajam hingga 4,8 kali lipat. Menyusul di belakangnya, frekuensi penggunaan layanan Mobile Banking (aplikasi Sagi) ikut tumbuh sebesar 2,26 kali lipat, sementara transaksi yang berbasis Internet Banking Business untuk keperluan korporasi naik sebesar 3,13 kali lipat.
Sebaliknya, sejalan dengan pergeseran perilaku masyarakat yang mulai beralih ke layanan nirkas (cashless), aktivitas konvensional nasabah pada mesin anjungan tunai mandiri (ATM) mulai berkurang. Perseroan mencatat adanya penurunan frekuensi transaksi ATM sebesar 0,57 kali lipat.
Untuk terus merawat momentum pertumbuhan ini, Bank Artha Graha Internasional berfokus pada pembaruan fitur pada platform digitalnya. Pada lini retail, aplikasi seluler Digital Apps milik perusahaan kini dilengkapi kemudahan login biometrik, notifikasi real-time, hingga fitur unggulan pemindaian QRIS langsung dari halaman depan sebelum nasabah melakukan proses login. Pembukaan rekening secara daring (onboarding online) baik tabungan maupun deposito juga dapat dieksekusi secara instan lewat aplikasi.
Tidak hanya menyasar nasabah retail, emiten perbankan berkode saham INPC ini juga memperkuat penetrasi digital pada sektor produktif dan UMKM. Melalui layanan Internet Banking Business, korporasi diberikan kemudahan manajemen finansial mutakhir seperti fitur payroll, virtual account, hingga pengelolaan likuiditas otomatis via sweep account.
Sementara di pilar usaha mikro, produk Agipay hadir untuk mempermudah operasional mitra merchant lewat sistem notifikasi instan serta kepastian penyelesaian dana secara real-time (real-time settlement). Peningkatan performa di sektor digital ini turut memberikan pondasi yang kokoh bagi kinerja keuangan makro Bank Artha Graha Internasional.
Memasuki triwulan pertama tahun 2026, perseroan berhasil merealisasikan total aset senilai Rp30,31 triliun, tumbuh 9,93% dari posisi Desember 2025. Pertumbuhan tersebut juga didukung oleh perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp25,43 triliun (naik 12,28% MoM) serta raihan laba bersih berjalan sebesar Rp59 miliar per Maret 2026. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
