BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    TMAS BIDIK PENDAPATAN RP5,53 TRILIUN PADA 2026

    Terbit Pada

    02 June 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 29-01-2026, 10:40:am

    15243432

    IQPlus, (2/6) - Emiten pelayaran dan logistik terintegrasi, PT TEMAS Tbk (IDX: TMAS), menetapkan target kinerja agresif untuk tahun buku 2026. Perseroan membidik pendapatan jasa sebesar Rp5,53 triliun pada tahun ini. Target tersebut mencerminkan pertumbuhan lebih dari 27% dibandingkan realisasi pendapatan tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp4,34 triliun.

    Direktur Utama PT TEMAS Tbk, Ricky Effendi, menjelaskan bahwa untuk mencapai target tersebut, perseroan akan mengoptimalisasi ekspansi kapasitas yang telah dijalankan agar bertransformasi menjadi mesin pertumbuhan baru. Strategi ini akan diwujudkan melalui pembukaan rute pelayaran baru dan peningkatan load factor (faktor keterisian) pada setiap armada.

    "Pilar strategi yang telah dicanangkan pada tahun sebelumnya dipercaya akan membangun efisiensi biaya. Mesin pertumbuhan bekerja lebih optimal dampak dari operasional yang lebih hemat dan ramah lingkungan," ujar Ricky dalam keterangan resminya.

    Ricky menambahkan, ketahanan operasional ini memastikan bahwa mesin pertumbuhan perusahaan tetap dapat berputar stabil dalam jangka panjang sekaligus memberikan pertumbuhan berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan (stakeholders).

    Guna memuluskan pencapaian target kinerja tersebut, TMAS berkomitmen memperkuat ekspansi bisnis di tengah tren pertumbuhan industri angkutan kontainer nasional. Perseroan pun telah menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) yang cukup besar untuk tahun ini.

    "Untuk mendukung pengembangan kapasitas operasional, TMAS menyiapkan anggaran belanja modal sebesar Rp2,5 triliun pada tahun 2026," ungkap Direktur Business Development PT TEMAS Tbk, Ganny Zheng.

    Ganny memaparkan bahwa sebagian besar dana capex tersebut akan dialokasikan untuk pembelian kapal baru guna meningkatkan kapasitas angkutan, peremajaan armada, pengadaan alat penunjang kegiatan pelabuhan, serta pembangunan infrastruktur pelabuhan.

    "Memasuki tahun 2026, Perseroan berkomitmen melanjutkan ekspansi armada sebagai bagian dari strategi skalabilitas operasional. Fokus utama kami adalah meningkatkan kapasitas layanan sekaligus menjaga efisiensi dan daya saing perusahaan," lanjut Ganny.

    Diversifikasi Bisnis dan Infrastruktur

    Selain fokus pada lini bisnis utama di sektor pelayaran, TMAS juga tengah mempersiapkan sumber pertumbuhan pendapatan baru dari sektor energi dan infrastruktur logistik.

    Menurut Ganny, perseroan saat ini sedang bersiap mengoperasikan pabrik Liquefied Natural Gas (LNG) yang ditargetkan mulai berjalan pada semester II-2026.

    Di sisi lain, TMAS terus memperluas layanan logistik terintegrasi dan melanjutkan kerja sama skema Build-Operate-Transfer (BOT) dengan PT Pelindo Terminal Petikemas. Kerja sama ini mencakup proyek perluasan dermaga di Tanjung Priok, dari kapasitas awal sepanjang 340 meter menjadi 485 meter.

    "Langkah (perluasan dermaga) ini menjadi fondasi penting bagi kapasitas jangka panjang perseroan," pungkas Ganny. (end)