THOMAS OENTORO PIMPIN GARUDA, PERKUAT TRANSFORMASI MASKAPAI NASIONAL
Share via
Terbit Pada
09 October 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 16-09-2026, 10:01:am
28157730
IQPlus, (9/10) - Thomas Sugiarto Oentoro ditetapkan sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia untuk melanjutkan transformasi perusahaan melalui penguatan kinerja, pemulihan armada, peningkatan pendapatan, serta keberlanjutan bisnis maskapai nasional.
Berdasarkan keterangan resmi Garuda Indonesia terkonfirmasi diterima di Jakarta, Jumat, menyebutkan Thomas Sugiarto Oentoro ditetapkan sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Kamis (8/10).
Ia menggantikan Glenny H. Kairupan setelah sebelumnya menjabat Wakil Direktur Utama sejak Oktober 2025. Sementara itu, Glenny melanjutkan mandat sebagai Komisaris Utama, menggantikan Fadjar Prasetyo.
Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat momentum perbaikan kinerja Garuda, seiring pertumbuhan pendapatan, pemulihan armada dan penyusutan kerugian.
Kesinambungan transformasi menjadi perhatian untuk memastikan pemulihan bisnis terus diikuti penguatan kondisi keuangan dan operasional perusahaan.
Sebelum menjabat Wakil Direktur Utama, Thomas merupakan Komisaris Independen Garuda Indonesia pada 2023-2024.
Pengalaman di tingkat pengawasan dan pengurusan memberinya perspektif atas proses pembenahan serta tantangan yang dihadapi perusahaan.
Sebelum bergabung dengan jajaran Direksi Garuda, Thomas menjabat Chief Risk Officer Indonesia Investment Authority (INA) pada 2024-2025. Perjalanan kariernya juga mencakup posisi Vice President Mezzanine Capital Unit di OCBC dan Managing Director di KV Asia Capital.
Thomas menempuh pendidikan bidang keuangan di NYU Stern School of Business dan meraih gelar MBA dari University of Chicago Booth School of Business.
Latar belakang investasi dan manajemen risiko tersebut relevan dengan kebutuhan Garuda sebagai maskapai padat modal. Pemulihan armada dan pengembangan jaringan memerlukan keselarasan keputusan keuangan, operasional, dan komersial agar tambahan kapasitas turut memperkuat pendapatan serta arus kas perusahaan. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
