TERKAIT KARHUTLA, SALIM IVOMAS PRATAMA PASTIKAN OPERASIONAL TETAP AMAN
Share via
Terbit Pada
16 October 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 22-06-2026, 01:02:pm
28831378
IQPlus, (16/10) - PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) memberikan klarifikasi resmi kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait dampak lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta cuaca ekstrem terhadap kegiatan operasional dan kelangsungan usaha perseroan. Penjelasan tersebut disampaikan melalui surat resmi tertanggal 13 Oktober 2026.
Sekretaris Perusahaan PT Salim Ivomas Pratama Tbk, Meyke Ayuningrum, menjelaskan bahwa peningkatan kasus karhutla di Indonesia sepanjang tahun 2026 dipicu oleh kemarau panjang, minimnya curah hujan, fenomena iklim El Nino, serta adanya aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar (slash-and-burn) oleh pihak luar.
Menanggapi kondisi tersebut, manajemen menegaskan bahwa fenomena ini tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan maupun kelangsungan usaha perseroan. "Sampai dengan saat ini, tidak ada dampak material terhadap kegiatan usaha atau kelangsungan usaha Perseroan," ujar Meyke dalam keterbukaan informasi, Kamis (15/10/2026).
Untuk memitigasi risiko kebakaran di seluruh wilayah operasionalnya yang tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi - SIMP secara konsisten menerapkan kebijakan tanpa pembakaran (zero burning policy). Pembersihan lahan untuk area yang tidak produktif dilakukan secara mekanis.
Selain itu, perseroan memanfaatkan teknologi modern untuk memantau keberadaan titik api (hotspots) secara proaktif. SIMP mengintegrasikan data satelit dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan U.S. National Aeronautics and Space Administration (NASA) yang dicocokkan langsung dengan peta konsesi resmi perseroan.
"Dari kegiatan tersebut, titik-titik api (hotspots) yang terpantau muncul secara acak dalam skala kecil di area perkebunan milik Grup SIMP dapat segera ditangani agar tidak meluas menjadi kebakaran besar," jelasnya.
Dalam aspek kesiapsiagaan, SIMP memastikan ketersediaan sarana dan prasarana tanggap darurat, mulai dari kendaraan hingga peralatan pemadam kebakaran. Personel di lapangan wajib mengikuti pelatihan pencegahan secara berkala. Perseroan juga berkolaborasi dengan masyarakat setempat dan pihak berwenang guna meningkatkan kapasitas penanggulangan karhutla di sekitar area konsesi. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
