BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

TELKOM HADIRKAN BISA PANDAI NUMERASI DI WILAYAH 3T

Terbit Pada

19 October 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 03-08-2026, 04:20:pm

29128231

IQPlus, (19/10) - Penguatan kemampuan numerasi menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi. Berdasarkan Rapor Pendidikan Indonesia 2025, proporsi siswa SD/MI yang mencapai kompetensi minimum numerasi meningkat dari 39,04% pada 2022 menjadi 52,48% pada 2024. Kemajuan ini patut diapresiasi, namun masih menunjukkan bahwa hampir satu dari dua siswa belum mencapai kompetensi minimum numerasi. Kondisi tersebut menegaskan perlunya upaya berkelanjutan untuk memperkuat kemampuan dasar siswa sejak dini, termasuk di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Numerasi tidak sekadar berkaitan dengan kemampuan berhitung, tetapi juga menjadi fondasi bagi siswa untuk berpikir logis, memecahkan masalah, dan memahami perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI). Untuk itu, penguatan numerasi membutuhkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mampu mendorong siswa memahami konsep melalui pengalaman belajar yang aplikatif, interaktif, dan menyenangkan. Di sisi lain, peningkatan kapasitas guru serta dukungan sarana pembelajaran yang tepat menjadi faktor penting agar metode pembelajaran dapat diterapkan secara efektif di ruang kelas.

Menjawab kebutuhan tersebut, TelkomGroup melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam payung Bersama Jadi BISA menghadirkan BISA PandAI Numerasi, sebuah inisiatif strategis yang dirancang untuk memperkuat kompetensi dasar guru dan siswa sekolah dasar, khususnya di wilayah 3T. Melalui program ini, Telkom mendorong peningkatan kapasitas tenaga pendidik serta pemanfaatan metode pembelajaran yang relevan untuk membangun fondasi numerasi dan keterampilan berpikir kritis siswa sekaligus menghadirkan dukungan sarana pembelajaran.

BISA PandAI Numerasi mengintegrasikan penguatan kompetensi guru, penyediaan perangkat pembelajaran numerasi dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), serta penerapan pendekatan pembelajaran yang interaktif, aplikatif, dan menyenangkan. Melalui metode belajar yang membantu siswa memahami konsep matematika secara bertahap dan mudah dipahami, program ini mendorong guru untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih efektif dan partisipatif. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan siswa terhadap matematika dan sains, sekaligus memperkuat kemampuan berpikir logis, kritis, dan pemecahan masalah sejak dini.

Komitmen TelkomGroup dalam memperluas akses terhadap pembelajaran berkualitas tersebut ditandai melalui pelaksanaan kick-off BISA PandAI Numerasi pada 12 Oktober 2026 secara hybrid, bertempat di Plasa Telkom Rangkasbitung dan terhubung secara daring dengan para pendidik di Plasa Telkom Tual, Program ini menjangkau tiga wilayah, yaitu Kabupaten Lebak, Banten; Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat; serta Kota Tual, Maluku.

Kegiatan kick-off diikuti secara langsung oleh 38 guru di Kabupaten Lebak, serta secara daring oleh tenaga pendidik dari Kabupaten Lombok Utara dan Tual. Pelaksanaan di tiga wilayah tersebut menjadi bagian dari upaya TelkomGroup untuk memperluas pemerataan kesempatan belajar sekaligus memperkuat peran guru sebagai penggerak peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.

Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh Direktur Human Capital Management Telkom Willy Saelan, Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia Hery Susanto, Prof. Yohanes Surya selaku pencetus metode GASING, serta Prof. Malia Dinia Husni Rahiem, M.A., Ph.D. selaku Staf Khusus Mendikdasmen Bidang STEM Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Hadir pula Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rangkasbitung, Rahmat, S.STP., yang mewakili pemerintah daerah setempat.

Dalam implementasinya, BISA PandAI Numerasi dirancang melalui tahapan yang terintegrasi dan berkelanjutan selama kurang lebih tiga bulan, mulai dari persiapan program hingga pengembangan guru champion. Tahap awal dimulai dengan pre-launch untuk memperkenalkan program dan membangun antusiasme terhadap pembelajaran numerasi dan STEM, dilanjutkan dengan teacher capacity building selama tiga minggu melalui pelatihan Training of Trainers (ToT) guna memperkuat kapasitas guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang interaktif dan mudah dipahami.

Selanjutnya, program memasuki tahap implementasi di kelas selama dua bulan, yaitu pada minggu keempat hingga minggu kesebelas. Pada tahap ini, para guru menerapkan metode pembelajaran yang telah dipelajari secara langsung kepada siswa, didukung dengan pemanfaatan perangkat pembelajaran numerasi dan STEM. Proses ini juga menjadi kesempatan untuk mendokumentasikan perkembangan pembelajaran, mengeksplorasi proyek sederhana, serta mendorong siswa memahami konsep melalui praktik dan pemecahan masalah.

Rangkaian program kemudian berlanjut ke STEM Challenge Day pada minggu kedua belas, sebagai wadah bagi guru dan siswa untuk menampilkan hasil pembelajaran, kreativitas, serta solusi yang dikembangkan melalui pendekatan STEM. Setelah itu, program memasuki tahap Teacher Champion mulai minggu ketiga belas, yang berfokus pada berbagi praktik baik, penguatan kompetensi, dan penyebarluasan inspirasi pembelajaran agar dampak program dapat terus berkembang di lingkungan sekolah.

Untuk mendukung penerapan pembelajaran tersebut, TelkomGroup menyediakan perangkat lab kit STEM bagi sekolah-sekolah yang berpartisipasi. Dukungan ini memungkinkan siswa mengeksplorasi konsep numerasi dan STEM melalui kegiatan yang lebih aplikatif. Setelah memperoleh penguatan fondasi matematika dasar, siswa juga akan didorong untuk berpartisipasi dalam STEM Challenge Project guna mengasah kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan pemecahan masalah berbasis sains dan teknologi.

Melalui implementasi di Kabupaten Lebak, Kabupaten Lombok Utara, dan Kota Tual, program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas tenaga pendidik sekaligus memperluas pengalaman belajar siswa di wilayah sasaran. Bagi TelkomGroup, keberhasilan program tidak hanya diukur melalui jumlah sekolah yang terlibat atau perangkat pembelajaran yang disalurkan, tetapi juga melalui pemanfaatan sarana secara optimal, peningkatan kompetensi guru, serta perkembangan kemampuan numerasi siswa. Karena itu, pendampingan implementasi dan evaluasi dampak menjadi bagian penting untuk memastikan manfaat program dapat berkelanjutan.

CHCO TelkomGroup Willy Saelan menyampaikan bahwa penguatan numerasi dan STEM merupakan bagian penting dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

"Sebagai Perusahaan Digital, Telkom Indonesia berkomitmen untuk menghadirkan solusi yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Melalui BISA PandAI Numerasi, kami tidak hanya mendukung penyediaan perangkat pembelajaran, tetapi juga memperkuat kapasitas guru dan mendorong pemanfaatan teknologi melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan aplikatif. Kami meyakini bahwa penguatan numerasi sejak dini merupakan fondasi penting bagi anak-anak Indonesia untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mengembangkan potensi mereka dalam menghadapi masa depan digital. Melalui kolaborasi dan evaluasi dampak yang berkelanjutan, kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk bagi siswa di wilayah 3T," ujar Willy. (end)