BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

TELKOM DUKUNG STREAMLINING ANAK USAHA, FOKUS BISNIS IT JADI PRIORITAS

Terbit Pada

07 September 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 29-06-2026, 04:53:pm

24947951

IQPlus, (7/9) - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menilai rencana streamlining atau perampingan anak usaha yang diinisiasi Danantara dan BP BUMN dapat memperkuat struktur serta kinerja Telkom Group.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, manfaat dari penataan anak usaha tersebut tidak akan langsung terlihat, tetapi diharapkan memberikan dampak positif terhadap kinerja perseroan secara bertahap.

"Kami optimis inisiatif ini akan mendukung margin yang lebih sehat, profitabilitas yang lebih kuat, serta penciptaan long-term shareholder value ke depannya," ujar Dian dalam acara Public Expose yang digelar secara virtual, Senin (7/9/2026).

Menurut Dian, streamlining merupakan bagian dari upaya Telkom untuk menata kembali portofolio sekaligus memfokuskan bisnis pada sektor yang dinilai memiliki nilai strategis dan prospek pertumbuhan lebih besar, khususnya bisnis teknologi informasi (IT).

Ia menekankan, langkah tersebut bukan sekadar memangkas jumlah entitas di dalam Telkom Group. Penyederhanaan struktur perusahaan juga diharapkan dapat mengurangi potensi duplikasi bisnis dan operasional.

Selain itu, struktur yang lebih sederhana memungkinkan Telkom melakukan efisiensi proses serta mengarahkan sumber daya dan modal secara lebih terfokus ke bisnis IT.

"Jadi program streamlining ini bukan semata-mata untuk hanya mengurangi jumlah entitas dalam Telkom Group. Dengan struktur Telkom Group yang lebih sederhana, kami dapat mengurangi potensi tumpang tindih bisnis maupun operasi, menyederhanakan proses, dan mengalokasikan resources serta kapital secara lebih fokus ke dalam bisnis IT," jelasnya.

Di sisi lain, Telkom juga melanjutkan penguatan disiplin dalam penggunaan modal. Perseroan mencatat lebih dari 94% belanja modal atau capital expenditure (capex) pada semester I 2026 telah dialokasikan untuk bisnis inti, baik yang menyasar konsumen atau business-to-consumer (B2C) maupun infrastruktur business-to-business (B2B).

Dian mengatakan, kebijakan tersebut sejalan dengan penataan portofolio yang dilakukan perseroan. Telkom memastikan alokasi modal tetap diarahkan ke lini bisnis yang menjadi sumber pertumbuhan utama.

"Selain dari penanganan portofolio, kami juga memastikan kapital terus diarahkan ke area yang menjadi sumber pertumbuhan utama perseroan," pungkas Dian. (end)