BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    TEKAN EFEK TEKANAN FINANSIAL, SOFA SIAPKAN AKSI KORPORASI DI PASAR MODAL

    Terbit Pada

    26 May 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 25-05-2026, 09:23:am

    14537028

    IQPlus, (26/5) - PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA) berencana melakukan aksi korporasi penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Langkah ini diambil guna memperkuat struktur permodalan perusahaan di tengah tekanan kinerja keuangan sepanjang tahun buku 2025.

    Dalam laporan Public Expose (Pubex) Tahunan yang digelar secara virtual pada Kamis (21/5/2026), manajemen mengungkapkan bahwa perusahaan mencatatkan kenaikan rugi bersih tahun buku 2025 hingga lebih dari empat kali lipat menjadi Rp5,298 miliar. Kondisi tersebut juga dibarengi dengan penurunan pendapatan sebesar 10,19%, kenaikan harga pokok penjualan (cost of goods sold/CoGS), serta penutupan showroom furniture di Surabaya.

    Direktur Utama PT Solusi Environment Asia Tbk, Denny Rizal, menyampaikan bahwa persetujuan dari para pemegang saham terkait rencana rights issue ini akan dimintakan langsung melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan usai gelaran Pubex tersebut.

    "Untuk memperkuat struktur modal, Perseroan akan melakukan Rights Issue atau PMHMETD. Permintaan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atas PMHMETD tersebut akan dilakukan hari ini," ujar Denny.

    Meskipun performa keuangan mengalami tekanan, Direktur Perseroan Dimas Adiyasa Wiryaatmaja memastikan bahwa tingkat likuiditas emiten berkode saham SOFA ini masih dalam kategori memadai. Kondisi kas perusahaan saat ini masih tertopang oleh uang muka penjualan dari pesanan yang masuk sejak tahun 2025.

    Ekspansi ke Energi Terbarukan

    Selain untuk memperkuat fundamental finansial, dana yang dihimpun dari rights issue ini nantinya akan menopang rencana ekspansi strategis perseroan ke sektor energi baru terbarukan (EBT). SOFA membidik proyek pemanfaatan sampah menjadi energi listrik (Waste-to-Energy/WtE) serta pembangunan pembangkit listrik tenaga air.

    Guna melancarkan tender proyek WtE yang mensyaratkan kualifikasi teknologi tinggi, perseroan menggandeng mitra strategis global asal Tiongkok yang berpengalaman mengoperasikan ratusan pembangkit listrik selama lebih dari 30 tahun. Sementara untuk proyek pembangkit listrik tenaga air, saat ini manajemen masih dalam tahap uji tuntas (due diligence).

    Terkait lini bisnis furnitur yang selama ini berjalan, Denny Rizal menambahkan bahwa manajemen memilih untuk mempertahankan operasionalnya secara temporer. Perusahaan akan memantau prospek bisnis tersebut sembari mengawal transisi penuh menuju lini bisnis energi bersih yang baru. (end)