BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    TBIG BERENCANA TERBITKAN SURAT UTANG GLOBAL SENILAI USD 900 JUTA

    Terbit Pada

    05 June 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 04-06-2026, 04:32:pm

    15538205

    IQPlus, (5/6) - Perusahaan penyedia jasa infrastruktur telekomunikasi terintegrasi, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), mengumumkan rencana penambahan permodalan melalui penerbitan surat utang (Notes) dalam mata uang asing. Jumlah pokok keseluruhan dari penerbitan instrumen keuangan ini ditargetkan sebanyak-banyaknya setara dengan USD 900.000.000 (sembilan ratus juta Dollar Amerika Serikat).

    Berdasarkan dokumen keterbukaan informasi yang diperbaiki perseroan pada Jumat (5/6/2026), nilai rencana transaksi tersebut setara dengan Rp15.103.800.000.000,- (lima belas triliun seratus tiga miliar delapan ratus juta Rupiah). Nilai ini dihitung dengan mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia per tanggal 31 Desember 2025, yakni sebesar Rp16.782 per Dollar AS.

    Nilai transaksi tersebut mencapai 118,7% dari total ekuitas perseroan per akhir tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp12.725.357.000.000,-. Karena nilainya melampaui ambang batas 50% dari ekuitas, penerbitan Notes ini dikategorikan sebagai Transaksi Material berdasarkan Regulasi Otoritas Jasa Keuangan (POJK No. 17/2020) sehingga wajib memperoleh persetujuan para pemegang saham terlebih dahulu.

    Manajemen TBIG menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk meminta persetujuan ini pada hari Selasa, 9 Juni 2026 mendatang di Hotel The Westin Jakarta pada pukul 10.00 WIB. Rencana penerbitan surat utang akan dilaksanakan secara bertahap atau sekaligus dalam jangka waktu 12 bulan setelah restu dari rapat tersebut diperoleh.

    Dana segar yang diperoleh dari investor global ini dipastikan tidak akan disalurkan kepada pihak afiliasi perseroan. Prioritas utama dari penggunaan dana bersih yang diperkirakan sebesar USD 891.000.000 setelah dikurangi biaya-biaya penunjang adalah untuk melakukan pelunasan kewajiban utang yang jatuh tempo serta pembayaran dipercepat (refinancing) atas pinjaman berjalan perseroan dan entitas anak.

    Per 31 Desember 2025, total kewajiban utang grup TBIG tercatat mencapai Rp30.730,7 miliar, yang meliputi fasilitas pinjaman revolving sindikasi, pinjaman non-sindikasi perbankan, hingga obligasi berkelanjutan. Apabila terdapat sisa dana, perseroan akan mengalokasikannya untuk membiayai rencana ekspansi usaha di masa mendatang seperti penyediaan skema layanan build-to-suit dan collocation.

    Surat utang global berjangka waktu maksimal 10 tahun ini rencananya diterbitkan tanpa jaminan (unsecured) dengan tingkat suku bunga tetap maksimal 8% per tahun yang dibayarkan setiap enam bulan. (end)