BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

TANGKAP PELUANG PASAR HIJAU, PPRI AGRESIF PERLUAS PASAR KEMASAN RAMAH LINGKUNGAN

Terbit Pada

12 June 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 09-06-2026, 04:32:pm

16240327

IQPlus, (12/6) - Emiten produsen kemasan makanan berbasis kertas, PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI), terus memperkuat posisinya di industri food packaging nasional melalui serangkaian strategi ekspansi pasar yang agresif serta komitmen terhadap inovasi produk ramah lingkungan. Langkah strategis ini diambil guna memanfaatkan momentum pertumbuhan positif sektor makanan dan minuman (mamin) nasional yang mencatatkan pertumbuhan signifikan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11% secara tahunan (year-on-year/yoy). Menariknya, sektor makanan dan minuman mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional secara umum dengan mencatatkan pertumbuhan yang sangat baik, yaitu sebesar 6,38%. Sementara itu, Kementerian Perindustrian mencatat PDB industri mamin nasional bertumbuh hingga 6,49% pada Triwulan III-2025.

Peluang bagi PPRI semakin terbuka lebar seiring dengan langkah Kementerian Perindustrian yang mulai mendorong diversifikasi bahan baku kemasan guna mengurangi ketergantungan industri terhadap plastik. Saat ini, porsi kemasan kertas baru mencapai sekitar 28% dari total industri kemasan, sementara kemasan fleksibel berbasis plastik masih mendominasi hingga 48%.

Menanggapi dinamika industri dan perubahan konsumsi konsumen yang kian selektif, manajemen PPRI telah menyiapkan lima pilar strategi utama demi menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Pertama, Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas produk dan menciptakan produk yang ramah lingkungan (eco-friendly). Kedua, PPRI akan mengoptimalkan pangsa pasar yang sudah ada (existing market) sembari bergerak lebih agresif dalam menambah pasar baru.

Selain fokus pada penetrasi pasar dan inovasi hijau, PPRI juga memastikan bahwa penetapan harga produk tetap kompetitif dan mencerminkan nilai kualitas yang ditawarkan. Perseroan juga bertekad terus membina hubungan yang baik dengan pelanggan melalui pelayanan optimal, serta menjamin ketepatan waktu dan keamanan pengiriman produk kemasan hingga ke tangan konsumen.

Strategi bisnis yang solid ini tercermin pada ketahanan kinerja keuangan perusahaan. Sepanjang tahun buku 2025, PPRI berhasil membukukan total penjualan sebesar Rp154,8 miliar, tumbuh 4,9% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp147,6 milar. Laba kotor perseroan juga naik tipis 0,18% menjadi Rp23,7 miliar, meskipun laba bersih terkoreksi menjadi Rp2,9 miliar dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,5 miliar akibat tantangan biaya produksi dan penyesuaian operasional.

Memasuki tahun 2026, strategi ekspansi dan optimalisasi gudang baru yang dibangun pada tahun 2025 mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan proyeksi performa kinerja keuangan Triwulan II (TW II) 2026, PPRI optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan positif di seluruh lini.

Penjualan pada TW II 2026 diproyeksikan mencapai Rp80,53 miliar, naik 2,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp78,42 miliar. Pertumbuhan juga diperkirakan terjadi pada gross margin sebesar 6,01% menjadi Rp12,88 miliar, serta laba tahun berjalan yang diproyeksikan tumbuh 5,07% mencapai Rp1,89 miliar dibandingkan TW II 2025 yang sebesar Rp1,80 miliar.

Dengan rekam jejak panjang sejak didirikan pada tahun 2011 dan portofolio pelanggan dari berbagai merek besar kuliner nasional, PPRI optimistis adaptasi teknologi kemasan ramah lingkungan dan penetrasi pasar yang agresif akan menjadi mesin penggerak utama pertumbuhan nilai investasi perseroan di masa depan. (end)