BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

TAHAN SUKU BUNGA ACUAN DI LEVEL 5,75%, BI PERKUAT LANGKAH JAGA STABILITAS RUPIAH

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

22 July 2026

20253298

IQPlus, (22/7) - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 21-22 Juli 2026. BI juga menahan suku bunga Deposit Facility di level 4,75% dan Lending Facility sebesar 6,50%.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari bauran kebijakan moneter yang diarahkan untuk menjaga stabilitas perekonomian di tengah ketidakpastian global. "Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 21-22 Juli 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%," ujar Perry dalam konferensi pers, Rabu (22/7/2026).

Selain mempertahankan suku bunga acuan, BI memperluas kebijakan insentif serta sejumlah kebijakan lain guna meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing. Langkah tersebut juga ditujukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar keuangan global.

Menurut Perry, perluasan kebijakan tersebut sekaligus diarahkan untuk mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing (PUVA), meningkatkan likuiditas, serta mengurangi segmentasi likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung efektivitas transmisi kebijakan moneter.

BI menegaskan akan terus konsisten menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui bauran kebijakan yang terintegrasi. Kebijakan tersebut dinilai penting mengingat ketidakpastian global masih tinggi dan berpotensi memengaruhi arus modal serta stabilitas pasar keuangan domestik.

Di sisi lain, bank sentral juga berkomitmen menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran yang telah ditetapkan pemerintah. Perry menyatakan BI akan terus mengarahkan kebijakan agar inflasi pada 2026 dan 2027 tetap berada pada kisaran 2,5% kurang lebih 1%, sejalan dengan sasaran stabilitas harga nasional. (end)