SUSI PUDJIASTUTI SEBUT PEMBENTUKAN DSI DUKUNG TRANSPARANSI PERDAGANGAN
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
22 May 2026
14140166
IQPlus, (22/5) - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendukung pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan menjadi pintu tunggal ekspor komoditas strategis sumber daya alam (SDA).
Menurut Susi, langkah tersebut penting untuk memperkuat transparansi perdagangan dan menutup celah praktik manipulasi dalam transaksi ekspor.
Dukungan itu disampaikan Susi melalui akun media sosial X pribadinya @susipudjiastuti dipantau di Jakarta, Jumat saat menanggapi diskusi mengenai rencana pembentukan DSI.
Ia menyoroti masih maraknya praktik under-invoicing, transfer pricing hingga transaksi ekspor yang tidak tercatat secara optimal sehingga berdampak pada berkurangnya penerimaan negara.
"Justru ini yang terjadi sekarang. Unreported, Undervalue invoice/transfer pricing. Penerimaan negara jadi kurang. Makanya dibuat satu pintu supaya transparan," tulis Susi pada Kamis (21/5).
Pernyataan dukungan dari Susi Pudjiastuti tersebut merespons terhadap utas analisis yang dipublikasikan oleh akun pengamat bisnis, @Strategi_Bisnis.
Dalam analisisnya, @Strategi_Bisnis memaparkan bahwa meskipun Indonesia merupakan produsen besar untuk berbagai komoditas dunia, posisi tawar (bargaining power) negara dalam perdagangan global kerap kali masih belum kuat.
Dalam utasnya, akun @Strategi_Bisnis menguraikan bahwa salah satu akar masalah yang sering muncul adalah kebocoran pendapatan negara melalui praktik under-invoicing dan transfer pricing.
Nilai transaksi ekspor kerap dilaporkan lebih rendah dari nilai sebenarnya, bahkan transaksi sering kali dilakukan dengan pembeli (buyer) yang masih terafiliasi.
"Dampaknya cukup besar. Negara bisa kehilangan potensi pajak dan devisa. Di sisi lain, eksportir yang patuh jadi kalah saing dengan pemain yang memanipulasi laporan. Kalau dibiarkan, pasar jadi tidak sehat," tulis @Strategi_Bisnis. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
