SOAL FITCH, HKI TEKANKAN DISIPLIN FISKAL JAGA KEPERCAYAAN INVESTOR
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
09 March 2026
06741289
IQPlus, (9/3) - Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia menekankan pentingnya disiplin fiskal dan konsistensi kebijakan ekonomi guna menjaga kepercayaan investor, setelah lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings merevisi outlook peringkat kredit Indonesia.
Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana dalam pernyataan di Jakarta, Senin menilai perubahan outlook tersebut menjadi sinyal serius yang harus direspons secara cepat oleh pemerintah, mengingat persepsi risiko negara sangat berpengaruh terhadap keputusan investasi di sektor industri.
"Jika tidak segera direspons dengan langkah korektif yang jelas, dampaknya bisa langsung terasa pada investasi industri, biaya pembiayaan proyek, dan kepercayaan investor," ujar dia.
Meski demikian, peringkat kredit Indonesia masih berada pada level investment grade (BBB). Namun HKI menilai perubahan outlook tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap konsistensi kebijakan ekonomi serta kredibilitas tata kelola fiskal dalam jangka menengah.
HKI mengingatkan bahwa proses industrialisasi Indonesia saat ini berada pada fase yang sangat krusial. Sejumlah sektor manufaktur strategis seperti elektronik, energi baru terbarukan, baterai, hingga industri berbasis hilirisasi sumber daya alam membutuhkan investasi jangka panjang dengan nilai yang sangat besar.
Dalam kondisi tersebut, stabilitas kebijakan fiskal, kepastian regulasi, serta kredibilitas tata kelola ekonomi menjadi faktor utama dalam menarik dan mempertahankan investasi industri.
HKI juga menilai perubahan persepsi risiko negara dapat berdampak langsung pada kenaikan biaya modal atau cost of capital bagi proyek industri.
Menurut dia, investor global umumnya akan menunda atau meninjau ulang rencana ekspansi ketika muncul ketidakpastian kebijakan makroekonomi.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi menurunkan daya saing Indonesia dalam perebutan investasi regional, terutama dengan negara seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia yang dinilai terus memperkuat kepastian kebijakan dan tata kelola investasi.
Di sisi lain, HKI melihat perubahan outlook Fitch juga terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global akibat ketegangan geopolitik, termasuk konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Eskalasi konflik tersebut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas jalur logistik global, khususnya Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia.
Gangguan pada jalur logistik energi global berpotensi meningkatkan biaya energi dan logistik internasional, yang pada akhirnya dapat memicu disrupsi perdagangan dunia serta menciptakan ketidakseimbangan baru dalam arus perdagangan global.
Dalam situasi tersebut, HKI menilai pemerintah perlu fokus mempercepat realisasi investasi yang sudah memiliki komitmen.
"Dalam kondisi dunia yang sedang menghadapi konflik geopolitik dan gangguan jalur logistik global, arus investasi internasional cenderung melambat. Karena itu strategi paling realistis bagi Indonesia adalah memastikan percepatan realisasi investasi yang sudah memiliki komitmen," ujarnya.
Menurutnya, pemerintah perlu melakukan terobosan dalam percepatan implementasi investasi, termasuk melalui penyederhanaan perizinan, peningkatan kepastian regulasi, serta penguatan koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah agar proyek investasi tidak terhambat pada tahap implementasi.
Ia menegaskan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki banyak keunggulan untuk menarik investasi industri, mulai dari pasar domestik yang besar, sumber daya alam melimpah, hingga posisi strategis dalam rantai pasok global. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
