SMAS RESMI JADI ASURANSI UMUM SYARIAH MANDIRI, PERKUAT INDUSTRI KEUANGAN SYARIAH NASIONAL
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
27 January 2026
02628060
IQPlus, (27/1) - PT Sinar Mas Asuransi Syariah (SMAS) resmi melakukan peresmian sebagai perusahaan asuransi umum syariah yang berdiri mandiri (full-fledged) setelah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-123/D.05/2025 tertanggal 23 Desember 2025.
Direktur Utama SMAS, Daniel Armagatlie, menyampaikan bahwa kehadiran PT Sinar Mas Asuransi Syariah sebagai entitas mandiri memungkinkan perusahaan bergerak lebih fokus, adaptif, dan optimal dalam mengembangkan produk serta layanan asuransi berbasis prinsip syariah yang amanah, transparan, dan berkeadilan. Pembentukan entitas ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjalankan amanah sesuai Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) serta POJK Nomor 11 Tahun 2023 mengenai Pemisahan Unit Syariah Perusahaan Asuransi, sekaligus memperkuat tata kelola asuransi syariah yang berkelanjutan.
Pembentukan SMAS menjadi langkah strategis PT Asuransi Sinar Mas dalam mendukung penguatan industri keuangan syariah nasional dan sejalan dengan mandat regulasi OJK. Direktur PT Asuransi Sinar Mas, I Ketut Pasek Swastika, menambahkan bahwa spin-off Unit Usaha Syariah menjadi PT Sinar Mas Asuransi Syariah merupakan langkah penting untuk memperkuat fokus bisnis syariah. Melalui pembentukan entitas syariah yang berdiri mandiri, SMAS diharapkan dapat tumbuh lebih optimal dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan industri asuransi syariah nasional.
Dengan dukungan ekosistem Sinar Mas, fondasi keuangan yang kuat, serta pengalaman panjang di industri asuransi syariah sejak tahun 2004, PT Sinar Mas Asuransi Syariah optimistis dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperluas akses perlindungan berbasis nilai-nilai syariah sekaligus memperkuat industri asuransi umum syariah nasional. Dalam satu hingga tiga tahun ke depan, setelah proses pengalihan portofolio peserta dari induk perusahaan, SMAS akan fokus pada akselerasi pertumbuhan bisnis serta penguatan kemitraan strategis. Untuk jangka menengah, SMAS menargetkan diri menjadi market leader industri asuransi umum syariah melalui penguatan tata kelola dan pengembangan berkelanjutan.
Rangkaian acara peresmian dihadiri oleh Otoritas Jasa Keuangan, Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), serta para mitra strategis dan rekanan bisnis dari sektor perbankan, multifinance, broker, dan agency. Kehadiran regulator dan asosiasi industri ini mencerminkan dukungan terhadap penguatan struktur serta pertumbuhan industri asuransi umum syariah di Indonesia.
Ketua AASI, Rudy Kamdani, menyampaikan bahwa transformasi PT Asuransi Sinar Mas Syariah dari unit usaha menjadi perusahaan asuransi syariah yang berdiri mandiri bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan mencerminkan komitmen dan kesungguhan dalam membangun serta memajukan industri asuransi syariah di Indonesia, baik dari sisi bisnis maupun nilai dan spiritnya.
Dukungan terhadap penguatan ekosistem keuangan syariah juga disampaikan oleh Deputi Direktur Promosi dan Kerja Sama Strategis KNEKS, Inza Putra. Ia menuturkan bahwa bertambahnya satu perusahaan asuransi syariah yang berdiri penuh menjadi penanda bahwa ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia terus berkembang, serta berharap SMAS dapat terus bersaing, tumbuh, dan memberikan manfaat bagi banyak pihak.
Selama beroperasi sebagai Unit Usaha Syariah (UUS), Asuransi Sinar Mas Syariah mencatat kinerja yang konsisten dan berkelanjutan, baik dari sisi keuangan maupun pengakuan industri. UUS ASM meraih berbagai penghargaan nasional, antara lain Top Sharia Business Unit General Insurance dari The Iconomic, Best Sharia General Insurance dari Investor dan Media Asuransi, serta Excellent Financial Performance dari Infobank Sharia Award. Selain itu, UUS ASM juga memperoleh apresiasi atas komitmen sosial melalui BAZNAS Award 2024 sebagai perusahaan pembayar zakat terbaik.
Dari sisi kinerja keuangan, per Desember 2025 (unaudited), UUS ASM mencatat kontribusi sebesar Rp168 miliar dengan surplus underwriting Rp36 miliar, serta menjaga tingkat solvabilitas yang sangat kuat dengan rasio Risk Based Capital (RBC) sebesar 931,87%.
Portofolio bisnis SMAS saat ini masih didominasi oleh asuransi kendaraan bermotor, asuransi harta benda, dan Simas Super Cover Syariah. Ke depan, SMAS akan meningkatkan kontribusi dari lini bisnis lainnya seperti asuransi mikro, asuransi pengangkutan, asuransi surety syariah, dan penjaminan sukuk. SMAS juga membidik segmen pasar ritel, komersial, dan korporasi melalui kemitraan strategis dengan bank syariah, multifinance syariah, UMKM, serta ekosistem haji dan umrah, yang didukung penguatan kanal distribusi digital melalui website dan marketplace.
Acara peresmian turut diisi dengan sesi pemaparan bertema "Prospek Asuransi Umum Syariah 2026" yang menghadirkan sejumlah narasumber nasional, antara lain Suwandi dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Adiwarman Azwar Karim selaku pakar ekonomi dan keuangan Islam, serta Tati Febrianty, Presiden Direktur Reasuransi Syariah Indonesia. Sesi ini menyoroti peluang pertumbuhan asuransi umum syariah di tengah dinamika perekonomian nasional.
Sebagai wujud komitmen sosial perusahaan, SMAS juga menyerahkan zakat perusahaan senilai Rp1 miliar melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Penyerahan zakat dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama SMAS, Daniel Armagatlie, kepada perwakilan BAZNAS, Mokhamad Mahdum.
Puncak acara ditandai dengan prosesi gunting pita dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur serta awal perjalanan SMAS sebagai entitas mandiri. Prosesi ini dilakukan bersama jajaran Direksi PT Asuransi Sinar Mas, SMAS, dan Otoritas Jasa Keuangan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
