BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

SISA DANA IPO RP127,7 MILIAR, OLYMPUS STRATEGIC KANTONGI LIKUIDITAS DI GIRO

Terbit Pada

13 July 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 03-07-2026, 11:31:am

19355603

IQPlus, (13/7) - PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (dahulu bernama PT Surya Permata Andalan Tbk) menyampaikan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026.Langkah ini dilakukan manajemen sebagai bentuk pemenuhan regulasi transparansi dan kepatuhan bagi perusahaan yang melantai di pasar modal.

Berdasarkan surat resmi, Direktur Perseroan, Gede Putu Adnawa, menuturkan bahwa Perseroan mencatat total dana bersih yang diperoleh dari aksi IPO adalah sebesar Rp200.000.000.000. Angka bersih tersebut didapatkan dari total perolehan hasil penawaran umum sebesar Rp206.000.000.000 setelah dikurangi biaya penawaran umum senilai Rp6.000.000.000. Aksi korporasi ini sendiri tercatat telah mengantongi tanggal efektif sejak 14 Januari 2019 silam.

Hingga periode penutupan 30 Juni 2026, PT Olympus Strategic Indonesia Tbk dilaporkan baru menyerap dana hasil IPO sebesar Rp72.282.204.236 atau setara dengan 36% dari total hasil bersih. Berdasarkan data perseroan, deviasi penyerapan anggaran ini masih sesuai dengan target awal. Dengan realisasi tersebut, perseroan kini masih mengantongi sisa dana IPO yang cukup besar, yakni mencapai Rp127.717.795.764 atau sekitar 63,86%.Manajemen menjelaskan bahwa dana yang telah diserap digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis entitas anak.

Beberapa di antaranya meliputi penyaluran pinjaman kepada PT Mitre Gisha Tangguhperkasa senilai Rp40.000.000.000 yang dialokasikan khusus untuk pembelian tanah. Selain itu, perseroan juga memberikan pinjaman senilai Rp20.000.000.000 kepada entitas FTMD, serta merealisasikan modal kerja sebesar Rp12.282.204.236 untuk entitas PT Inden.

Untuk mengoptimalkan nilai sisa dana yang belum terpakai sebesar Rp127,7 miliar tersebut, perseroan memutuskan untuk menempatkannya pada instrumen perbankan. Pihak manajemen memilih rekening giro di Bank CIMB Niaga dengan jangka waktu penempatan yang tidak terbatas. Instrumen likuid ini memberikan tingkat suku bunga atau imbal hasil sebesar 1,5% per tahun dan ditempatkan pada pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan perusahaan.

Merujuk pada target kerja jangka menengah perusahaan, sisa dana IPO yang ada di rekening giro tersebut akan terus dicairkan secara bertahap sesuai rencana kerja prospektus. Manajemen PT Olympus Strategic Indonesia Tbk memproyeksikan seluruh sisa dana hasil penawaran umum ini akan terserap sepenuhnya pada Semester II tahun 2026.

Rencana penyerapan ini juga telah disesuaikan dengan perubahan penggunaan dana berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).Di samping dana IPO, perseroan juga melaporkan sisa dana hasil konversi Waran Seri I yang diterbitkan pada 18 Juli 2019 dengan masa berlaku hingga 18 Januari 2022. Dari total 2 miliar efek yang diterbitkan, akumulasi efek yang berhasil dikonversi menjadi saham tercatat hanya sebanyak 1.111.504 efek dengan nilai realisasi Rp8.892.032. Hal ini membuat sisa pagu dana hasil konversi waran menurut prospektus berada di angka Rp15.991.107.968 karena mayoritas efek lainnya hangus. (end)