BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    SIG BANTU UMKM BATIK REMBANG TEMBUS PASAR GLOBAL

    Terbit Pada

    07 May 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 14-04-2026, 04:51:pm

    12626018

    IQPlus, (7/5) - Rumah BUMN (RB) Rembang yang dikelola oleh PT Semen Gresik, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), membantu UMKM batik Rembang untuk menembus pasar global.

    "Semoga ke depannya ada lebih banyak lagi UMKM yang sukses mengembangkan usahanya sehingga dapat berkontribusi lebih terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu.

    Melalui RB Rembang, Hawien Wilopo yang merupakan seorang pengusaha batik tulis lasem dengan merek Gunung Kendil di Rembang, mendapat pelatihan dan pendampingan, mulai dari manajemen usaha, optimalisasi platform digital untuk pemasaran, hingga dilibatkan dalam sejumlah pameran.

    Karyanya juga sering tampil di ajang fashion show yang membuat merek Batik Tulis Lasem Gunung Kendil dikenal lebih luas.

    Sejumlah pameran bergengsi yang pernah diikuti, di antaranya Festival Tong Tong di Den Haag Belanda pada 2022, Future SMEs Village Side Event G20 di Bali pada 2022, Bazar UMKM di Sarinah Jakarta pada 2023, dan Inacraft di Jakarta pada 2024.

    Optimalisasi platform digital membuat pelanggan berdatangan tidak hanya dari Pulau Jawa tetapi dari penjuru Nusantara, seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali. Tak hanya itu, peminat karyanya datang dari mancanegara, seperti Jerman, Belgia, Italia, Korea, dan Jepang.

    Untuk memenuhi pesanan pelanggan, Hawien Wilopo kini mempekerjakan tujuh karyawan untuk membantunya. Bahkan jika sedang ramai pesanan, dia turut memberdayakan masyarakat sekitar.

    Produk Batik Tulis Lasem Gunung Kendil yang dikerjakan dengan penuh ketelitian dibanderol dengan kisaran harga Rp200 ribu-Rp7 juta untuk kain batik, sementara untuk pakaian jadi Rp600 ribu- Rp800 ribu.

    "SIG melalui RB Rembang berkomitmen untuk selalu mendampingi UMKM agar dapat menjalankan usaha secara profesional dan mampu memanfaatkan platform digital sehingga produk-produknya dapat dijangkau secara nasional hingga mancanegara," kata Vita Mahreyni. (end/ant)