BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

SIDO MUNCUL BUKA PELUANG KERJA SAMA HERBAL DENGAN TAIWAN

Terbit Pada

24 August 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 03-08-2026, 09:20:am

23530928

IQPlus, (24/8) - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul atau SIDO) membuka peluang kerja sama strategis dengan delegasi Taiwan yang terdiri atas akademisi, peneliti, pemerintah, dan importir tanaman obat. Kunjungan tersebut berlangsung di fasilitas pabrik Sido Muncul di Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, belum lama ini.

Rombongan dipimpin Profesor Farmakognosi dari China Medical University Taichung, Prof. Yuan Shiun Chang, Ph.D. Kunjungan dilakukan untuk mempelajari pengelolaan tanaman obat secara terintegrasi, mulai dari budidaya oleh kelompok tani, pengolahan dan ekstraksi, penjaminan mutu di Laboratorium Farmakologi, hingga proses produksi berskala besar di Pabrik Tolak Angin.

Dalam kunjungan tersebut, Sido Muncul juga memperkenalkan kapasitas industri herbal nasional yang telah menerapkan standardisasi modern dan berbasis riset ilmiah. Direktur Utama Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, mengatakan agenda tersebut menjadi kesempatan untuk bertukar pengetahuan terkait standardisasi mutu, penelitian, serta pengembangan rantai pasok industri herbal untuk pasar internasional.

Menurut Irwan, hubungan historis dan budaya masyarakat Taiwan dengan produk herbal menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperluas pasar produk maupun bahan baku tanaman obat. Ia menilai kapasitas produksi dan ketersediaan bahan baku di Indonesia dapat menjadi salah satu alternatif pasokan bagi industri herbal Taiwan.

Irwan juga menekankan pentingnya budidaya bahan baku tanaman obat secara benar dan terstandar berdasarkan prinsip ilmiah. Menurut dia, penguatan kualitas bahan baku dapat meningkatkan daya saing Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok herbal di pasar global.

Sementara itu, Prof. Yuan Shiun Chang mengaku kagum terhadap teknologi dan ekosistem produksi yang diterapkan Sido Muncul. Ia menilai fasilitas pabrik yang terintegrasi memungkinkan proses produksi berjalan lebih efisien. Kunjungan tersebut juga dilakukan karena industri Traditional Chinese Medicine (TCM) di Taiwan tengah mencari alternatif sumber bahan baku tanaman obat dari luar negeri.

Yuan berharap kunjungan tersebut menjadi awal terbentuknya kerja sama jangka panjang antara Taiwan dan Indonesia, khususnya di bidang riset dan perdagangan tanaman obat. Peluang tersebut dinilai dapat membuka kerja sama baru sekaligus memperkuat rantai pasok bahan baku herbal di kedua negara. (end)