SIDO MUNCUL BUKA LABORATORIUM FARMAKOLOGI MODERN DI SEMARANG
Share via
Terbit Pada
17 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 22-05-2026, 09:11:am
16731991
IQPlus, (17/6) - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) meresmikan gedung permanen Laboratorium Farmakologi di kompleks pabrik perusahaan di Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (9/6/2026). Fasilitas riset tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat pengembangan produk obat bahan alam berbasis pembuktian ilmiah.
Peresmian laboratorium ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D. Acara juga dihadiri Direktur Utama Sido Muncul Irwan Hidayat, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Zulfachmi Wahab, serta Wakil Bupati Semarang Nur Arifah.
Laboratorium Farmakologi Sido Muncul telah beroperasi sejak 2001 untuk mendukung pengembangan produk perusahaan. Seiring meningkatnya kebutuhan penelitian, fasilitas yang sebelumnya berada di bangunan semi permanen dipindahkan ke gedung baru seluas 288 meter persegi pada 2019 dan mulai beroperasi penuh sejak Januari 2020.
Saat ini laboratorium tersebut dipimpin oleh seorang dokter hewan dan didukung tim peneliti serta laboran berpengalaman. Selama lebih dari dua dekade, laboratorium telah melakukan berbagai pengujian ilmiah, antara lain uji toksisitas akut, uji toksisitas subkronis, uji teratogenik, uji stamina, hingga uji aktivitas obat cacing.
Direktur Utama Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan laboratorium tersebut merupakan laboratorium farmakologi pertama yang dikelola industri jamu di Indonesia. Menurutnya, keberadaan fasilitas riset menjadi langkah penting untuk memperkuat bukti ilmiah terkait keamanan, mutu, dan khasiat produk herbal.
"Tidak banyak perusahaan jamu yang memiliki laboratorium farmakologi. Tujuannya untuk membuktikan keamanan dan khasiat produk. Semua produk yang memperoleh labelisasi BPOM sudah aman dan sesuai ketentuan, tetapi kami ingin mengembangkan industri ini dengan dukungan bukti ilmiah yang lebih kuat," ujar Irwan.
Ia menambahkan, dalam beberapa bulan hingga satu tahun ke depan perusahaan menargetkan memperoleh lebih banyak data ilmiah terkait produk-produk Sido Muncul maupun jamu secara umum. Hasil penelitian tersebut akan menjadi dasar pengembangan produk agar manfaat yang diberikan kepada masyarakat semakin optimal.
Sebagai bagian dari penguatan riset, Sido Muncul juga menjalin kerja sama dengan sejumlah institusi pendidikan tinggi, antara lain Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, dan Universitas Kristen Maranatha. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mendukung penelitian serta pengembangan produk herbal yang berbasis sains dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. (end)
