BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

SIASAT INDO GENJOT PROYEK BARU DAN KEJAR TARGET FREE FLOAT 15 PERSEN

Terbit Pada

15 June 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 06-03-2026, 04:31:pm

16541308

IQPlus, (15/6) - PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) resmi melaksanakan agenda Public Expose 2026 secara daring guna memaparkan kinerja keuangan tahun buku 2025 sekaligus rencana strategis korporasi ke depan.

Di tengah pertumbuhan performa bisnis yang positif, manajemen menegaskan komitmennya untuk berfokus pada pengembangan portofolio baru guna menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang. Salah satu poin krusial yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah kepastian mengenai pemanfaatan perolehan laba bersih perusahaan untuk kepentingan ekspansi makro.

Merespons pertanyaan investor terkait hak pemegang saham, Corporate Secretary Perseroan, Ko Sugiarto, menyatakan bahwa perusahaan memutuskan untuk belum membagikan dividen untuk tahun buku 2025. Kebijakan penahanan dividen ini diambil setelah mendapatkan arahan langsung dari pihak manajemen.

Seluruh alokasi dana dari laba bersih tersebut nantinya bakal dialihkan sepenuhnya untuk menyokong kebutuhan pendanaan dan pengembangan proyek anak usaha strategis, salah satunya adalah PT Ratu Gula Asia.

Selain persoalan dividen, manajemen juga memberikan tanggapan serius mengenai kewajiban pemenuhan porsi saham publik atau free float minimum sebesar 15 persen yang ditargetkan otoritas bursa pada tahun 2028 mendatang. Perseroan menegaskan tidak akan tinggal diam dan siap mengambil langkah-langkah strategis yang diperlukan. Ko Sugiarto mengonfirmasi bahwa perusahaan bakal berupaya semaksimal mungkin agar struktur kepemilikan saham publik mereka dapat memenuhi regulasi yang berlaku tepat pada waktunya.

Langkah menahan dividen demi investasi baru dinilai selaras dengan tren pertumbuhan kinerja keuangan korporasi yang mencatatkan total laba naik signifikan sebesar 39,36 persen pada 2025. Pertumbuhan ini ditopang oleh performa lini bisnis perhotelan dan indekos premium mereka, seperti Le Mansion Senopati dan Le Mansion Setiabudi, yang terus membukukan tingkat okupansi stabil di atas lahan-lahan strategis Jakarta. Melalui modalitas finansial yang kuat dan rencana pemenuhan regulasi bursa, emiten properti ini tetap optimistis dapat terus menyediakan hunian berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat. (end)