BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    SIAPKAN STRATEGI, LATINUSA TARGETKAN PENJUALAN USD160 JUTA DI 2026

    Terbit Pada

    09 April 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 02-04-2026, 09:31:am

    09855173

    IQPlus, (9/4) - PT Pelat Timah Nusantara Tbk (IDX: NIKL) atau Latinusa menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga kinerja keuangan sepanjang 2026 dengan fokus pada efisiensi dan peningkatan daya saing. Langkah ini diambil di tengah tantangan industri serta fluktuasi nilai tukar yang masih memengaruhi struktur biaya perseroan.

    Direktur Utama Latinusa, Jetrinaldi, mengatakan perseroan akan melanjutkan pendekatan yang telah diterapkan pada 2025, terutama dalam pengendalian biaya dan manajemen risiko. "Kami melakukan optimalisasi biaya dari hulu hingga hilir, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, hingga pengendalian beban keuangan dan risiko nilai tukar," ujarnya dalam Public Expose di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

    Strategi tersebut mencakup pengendalian beban bunga, efisiensi operasional, serta penerapan lindung nilai (hedging) guna menekan dampak fluktuasi kurs. Hal ini penting mengingat sebagian besar bahan baku perseroan masih bergantung pada impor.

    Dengan langkah tersebut, perseroan menargetkan penjualan sekitar USD160 juta dan laba bersih sebesar USD3 juta pada 2026. Manajemen optimistis target tersebut dapat tercapai jika strategi efisiensi berjalan sesuai rencana.

    Untuk mendukung operasional, Latinusa mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar USD2,1 juta pada 2026, sedikit lebih rendah dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar USD2,3 juta. Dana tersebut akan difokuskan untuk menjaga keandalan fasilitas produksi di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

    Direktur Keuangan NIKL, Irvan Muhson Jauhari, menjelaskan bahwa capex terdiri dari USD1,8 juta untuk mesin dan peralatan utama serta USD0,3 juta untuk peralatan pendukung. Investasi ini diarahkan untuk memastikan kualitas produksi tetap sesuai dengan kebutuhan pasar.

    Menurut Jetrinaldi, peningkatan kualitas menjadi kunci di tengah permintaan domestik yang masih terbatas. Perseroan menilai produk dengan spesifikasi tinggi akan lebih diminati konsumen, sehingga menjaga keandalan pabrik menjadi prioritas utama.

    Sementara itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 8 April 2026, pemegang saham menyetujui pemberhentian dengan hormat Kengo Mogi dari jabatannya sebagai komisaris. Perseroan menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan selama masa tugasnya.

    Dengan perubahan tersebut, susunan Dewan Komisaris dan Direksi NIKL kini terdiri dari Komisaris Utama : Koichiro Anzai, Komisaris : Tetsu Nagareda, Komisaris Independen : Riefky Yuswandi, serta jajaran direksi yang dipimpin Direktur Utama : Jetrinaldi, Wakil Direktur Utama dan Direktur Operasi : Akihiko Hirata, Direktur Komersial : Herman Arifin, dan Direktur Keuangan : Irvan Muhson Jauhari. (end)